Untuk kamu, Yang sempat hadir.
Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Cinta kita hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena terbiasa bersama. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali kita bertemu, pertama kali melihatmu lagi. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya hujan kala itu. Kau berlari kebasahan mengambil mobil dengan cepat agar aku tidak lama terkena hujan. Aku hanya bisa bersembunyi dibalik derasnya hujan kala itu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..
Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi lagi untuk kedua kalinya. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.
Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.
Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Sama seperti yang kau lakukan kepadaku. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.
Wednesday, August 23, 2017
Friday, December 16, 2016
Istriku Tidak Cantik
Istriku tidak cantik, standar dan biasa saja. Aku juga sadar bahwa dia tidak cantik tapi tidak buruk dan kalau bersanding denganku maka aku nampak lebih rupawan dari dia. Badannya kecil ada dibawah dadaku, juga kulitnya agak hitam, lebih putih kulitku, satu lagi kakinya agak pincang, yang kanan lebih kecil sedikit daripada yang kiri.
Aku menyadarinya ketika aku sudah menikahinya, namun aku sadar bahwa aku telah memilih dia dengan ikhlas dihatiku, kan aku yang memilih, bukan dia yang memaksa, dan walau istriku tidak cantik, namun aku mencintainya. Allah taburkan rasa cinta itu ketika malam pertama aku bersamanya.
Dimataku dia tetap tidak cantik, namun aku nyaman bila melihat senyumannya. Dia selalu menerima apa adanya aku, sempat aku pulang tidak bawa gaji seperti yang dijanjikan di lembar penerimaan karyawan bahwa gajiku tertera 4 juta sekian-sekian, namun karena aku selalu terlambat dan juga sering bolos lantaran mengantar si kecil ke rumah sakit dan juga si sulung ke sekolah maka hampir 40 % gajiku dipotong. Subhanallah dia tidak bersungut, malah segera bersiap menukar menu makanan dengan yang lebih sederhana dan bersikeras meminjam komputer butut kami untuk menulis artikel yang dikirimkannya ke beberapa majalah yang terkadang satu atau dua artikel ditayangkan, dan baginya itu sudah Alhamdulillah bisa menambah sambung susu anakku.
Istriku tidak cantik, namun aku ingat, banyak sekali sumber daya alam yang buruk bahkan legam dan membuat tangan kotor namun tetap dicari, diburu dan dipertahankan orang, seperti batubara. Istriku mungkin bukan emas, dia mungkin batubara, keberadaannya selalu menghangatkan hatiku dan selalu membuatku tidak merasakan resah. Aku membayangkan bila aku menyimpan batubara satu kilo dirumahku dibandingkan dengan menyimpan emas satu kilo dirumahku, maka aku tidak akan dapat berjaga semalaman bila emas yang kusimpan. Namun bila batubara yang ku simpan, aku masih punya izzah ada barang yang ku simpan yang cukup berharga, namun aku tetap dapat tidur nyenyak dengannya.
Bayangkan bila istriku sangat cantik, mungkin aku tidak akan tenang membayangkan dia ke pasar dilirik semua lelaki, membayangkan dia sms-an dengan bekas pacar-pacarnya dulu, membayangkan mungkin dia bosan padaku. Akh.. aku bersyukur istriku tidak cantik sehingga aku bisa tidur nyenyak walau banyak nyamuk sekalipun. Istriku tidak cantik, namun dia adalah istri terbaik untukku.
Pesanku: aku selalu melihat sisi baik dari istriku yang membuatku merasa sama dan nyaman dengannya.
Aku menyadarinya ketika aku sudah menikahinya, namun aku sadar bahwa aku telah memilih dia dengan ikhlas dihatiku, kan aku yang memilih, bukan dia yang memaksa, dan walau istriku tidak cantik, namun aku mencintainya. Allah taburkan rasa cinta itu ketika malam pertama aku bersamanya.
Dimataku dia tetap tidak cantik, namun aku nyaman bila melihat senyumannya. Dia selalu menerima apa adanya aku, sempat aku pulang tidak bawa gaji seperti yang dijanjikan di lembar penerimaan karyawan bahwa gajiku tertera 4 juta sekian-sekian, namun karena aku selalu terlambat dan juga sering bolos lantaran mengantar si kecil ke rumah sakit dan juga si sulung ke sekolah maka hampir 40 % gajiku dipotong. Subhanallah dia tidak bersungut, malah segera bersiap menukar menu makanan dengan yang lebih sederhana dan bersikeras meminjam komputer butut kami untuk menulis artikel yang dikirimkannya ke beberapa majalah yang terkadang satu atau dua artikel ditayangkan, dan baginya itu sudah Alhamdulillah bisa menambah sambung susu anakku.
Istriku tidak cantik, namun aku ingat, banyak sekali sumber daya alam yang buruk bahkan legam dan membuat tangan kotor namun tetap dicari, diburu dan dipertahankan orang, seperti batubara. Istriku mungkin bukan emas, dia mungkin batubara, keberadaannya selalu menghangatkan hatiku dan selalu membuatku tidak merasakan resah. Aku membayangkan bila aku menyimpan batubara satu kilo dirumahku dibandingkan dengan menyimpan emas satu kilo dirumahku, maka aku tidak akan dapat berjaga semalaman bila emas yang kusimpan. Namun bila batubara yang ku simpan, aku masih punya izzah ada barang yang ku simpan yang cukup berharga, namun aku tetap dapat tidur nyenyak dengannya.
Bayangkan bila istriku sangat cantik, mungkin aku tidak akan tenang membayangkan dia ke pasar dilirik semua lelaki, membayangkan dia sms-an dengan bekas pacar-pacarnya dulu, membayangkan mungkin dia bosan padaku. Akh.. aku bersyukur istriku tidak cantik sehingga aku bisa tidur nyenyak walau banyak nyamuk sekalipun. Istriku tidak cantik, namun dia adalah istri terbaik untukku.
Pesanku: aku selalu melihat sisi baik dari istriku yang membuatku merasa sama dan nyaman dengannya.
Thursday, November 10, 2016
Pelukan dalam DOA
Kita bakal bertemu dan bersama dimasa depan. Bila saat ini kita sendiri, tidak apa apa kan?
Pergi adalah melanjutkan kehidupan lain yang pelan-pelan meniadakan kehadiranku di sini, di sampingmu tuan. Tetapi, aku gak akan sepenuhnya pergi, hanya gak lagi menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa yang kamu alami dalam hidup milikmu. Gak akan ada lagi ketawa bareng, sedih bareng, atau sedih sambil ketawa.
Kamu gak harus minta maaf. Meskipun seharusnya kamu tahu, sehari setelah kamu memutuskan pergi, aku telah membujuk hatiku agar tegar. Tetapi percuma. Menyakitkan.
Jika bumi ini terlalu sempit buat kita bertemu karena setiap sudutnya selalu menyeru kepada salahku padamu, bolehkah aku selalu berharap kita kelak bertemu di tempat lain?
Yang jelas, Aku gak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Biar selalu kupeluk kamu dalam doaku, entah seperti apa jadinya nanti biar Allah yang mengaturnya.. :)
Pergi adalah melanjutkan kehidupan lain yang pelan-pelan meniadakan kehadiranku di sini, di sampingmu tuan. Tetapi, aku gak akan sepenuhnya pergi, hanya gak lagi menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa yang kamu alami dalam hidup milikmu. Gak akan ada lagi ketawa bareng, sedih bareng, atau sedih sambil ketawa.
Kamu gak harus minta maaf. Meskipun seharusnya kamu tahu, sehari setelah kamu memutuskan pergi, aku telah membujuk hatiku agar tegar. Tetapi percuma. Menyakitkan.
Jika bumi ini terlalu sempit buat kita bertemu karena setiap sudutnya selalu menyeru kepada salahku padamu, bolehkah aku selalu berharap kita kelak bertemu di tempat lain?
Yang jelas, Aku gak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Biar selalu kupeluk kamu dalam doaku, entah seperti apa jadinya nanti biar Allah yang mengaturnya.. :)
Monday, November 7, 2016
Alhamdulillah yah
Dapet yang ganteng? Alhamdulilah.
Dapet yang pas pasan? Ngga masalah.
Dapet yang kaya? It's okay.
Tapi maaf, aku nggak mau jadi cewe yang tergantung harta yang kamu dapetin dari ortumu, trus setelah pisah di maki maki matre.
Kamu ngajak low class? Ayo. Kamu ngajak high class? Ngga masalah, tapi maaf kalo rada katrok karna nggak pernah di ajarin ortu dengan kehidupan yang mewah.
Dapet yang sederhana atau maaf, menengah ke bawah? Ngga masalah. Kita bisa berbagi berdua. Susahnya bisa di tanggung bersama kok.
Ngga butuh yang sempurna dalam harta atau muka. Tapi butuh yang sempurna dalam akhlak dan bisa ngehargain perasaan wanitanya. Karna dari akhlak itulah yang bisa nunjukin how you can treat a girl right dengan sendirinya :)
Dapet yang pas pasan? Ngga masalah.
Dapet yang kaya? It's okay.
Tapi maaf, aku nggak mau jadi cewe yang tergantung harta yang kamu dapetin dari ortumu, trus setelah pisah di maki maki matre.
Kamu ngajak low class? Ayo. Kamu ngajak high class? Ngga masalah, tapi maaf kalo rada katrok karna nggak pernah di ajarin ortu dengan kehidupan yang mewah.
Dapet yang sederhana atau maaf, menengah ke bawah? Ngga masalah. Kita bisa berbagi berdua. Susahnya bisa di tanggung bersama kok.
Ngga butuh yang sempurna dalam harta atau muka. Tapi butuh yang sempurna dalam akhlak dan bisa ngehargain perasaan wanitanya. Karna dari akhlak itulah yang bisa nunjukin how you can treat a girl right dengan sendirinya :)
Saturday, November 5, 2016
Aku Minta Maaf
Aku minta maaf..
Untuk apa ?
Karena terlalu Mencintaimu.
Karena Merindukanmu.
Aku minta maaf karena ingin melihatmu setiap hari.
Karena slalu Memikirkanmu sebelum tidur.
Karena merasa gundah jika tidak melihatmu.
Karena ingin berada disampingmu.
Aku minta maaf karena ingin membuatmu bahagia.
Karena menginginkanmu menjadi sebagian dari hidupku.
Karena mencoba membuatmu Tersenyum.
Karena Memimpikanmu setiap hari.
Aku minta maaf karena membalas pesanmu dengan cepat.
Aku minta maaf karena merasa Marah, Sedih dan Cemburu saat kamu dekat dengan wanita lain.
Aku minta maaf karena mengganggumu dengan chat dan telepon dariku.
Aku minta maaf karena sudah peduli denganmu.
Aku hanya ...
Minta maaf karena setiap kesalahan yang aku perbuat.
Aku minta maaf karena berpikir bahwa kamu mencintaiku :')
Untuk apa ?
Karena terlalu Mencintaimu.
Karena Merindukanmu.
Aku minta maaf karena ingin melihatmu setiap hari.
Karena slalu Memikirkanmu sebelum tidur.
Karena merasa gundah jika tidak melihatmu.
Karena ingin berada disampingmu.
Aku minta maaf karena ingin membuatmu bahagia.
Karena menginginkanmu menjadi sebagian dari hidupku.
Karena mencoba membuatmu Tersenyum.
Karena Memimpikanmu setiap hari.
Aku minta maaf karena membalas pesanmu dengan cepat.
Aku minta maaf karena merasa Marah, Sedih dan Cemburu saat kamu dekat dengan wanita lain.
Aku minta maaf karena mengganggumu dengan chat dan telepon dariku.
Aku minta maaf karena sudah peduli denganmu.
Aku hanya ...
Minta maaf karena setiap kesalahan yang aku perbuat.
Aku minta maaf karena berpikir bahwa kamu mencintaiku :')
Friday, October 28, 2016
Dear Masa Depan
(sebut saja dia tuan, semoga dia baca)
assalamu'alaikum kamu yang suatu saat bakal ngisi kekosongan di hatiku ciaellaahhh hhaha
apa kabar? udah sholat belum? ngajinya udah sampe juzz berapa nih?
hai tuan in shaa Allah 4-5 tahun lagi kita bakal ketemu di depan penghulu barengan sama wali kamu juga.
semoga kalo udah waktunya nanti, kita udah sama2 siap lahir bathin yaa..
.
kalo sekarang yuk mendingan kita sama2 ngebenahin dan saling memantaskan diri untuk satu sama lain hhehehe
aku sih ga pernah tau, sekarang ini kita udah kenal dari dulu, atau baru kenal kah, atau mungkin belom kenal sama sekali. tapi ga masalah kan yaa, kan tulang rusuk gak bakal salah untuk kembali ke pemiliknya, yaa meskipun mungkin sekarang kamu lagi nyasar2 dulu ke orang yang salah. :p
sebelum kita ketemu, aku mau minta maaf dulu aja kali yaa
.
maafin kalo aku gak sebaik atau sesuai sama harapan kamu nantinya
maaf kalo aku ga secantik artis yang kamu idola2in sampe majang posternya di kamar(mungkin)
maaf kalo nanti aku sering cemburu sama tmn wanitamu atau mantan2 kamu yang lebih baik daripada aku
maaf kalo aku ga bisa nemenin kamu jalan2 tiap weekend, soalnya kerjaan aku nanti mah ga kenal tuh kayaknya sama weekend :(
maaf kalo nanti aku bakal bawa orang tua aku untuk tinggal bareng sama kita, semoga kamu ga pernah keberatan kalo aku mau ngebaktiin hidup aku untuk mereka
maaf kalo aku kebanyakan minta maaf, sebetulnya masih banyak tuan tapi yaa disimpen buat ntar aja yahh kalo kita ketemu :)
Tuan, jaga kesehatan kamu yaa. jangan lupa makan, olah raga, dan istirahat yang teratur. tapi juga jangan berlebihan. jangan terlalu sering2 begadang, kecuali bangun untuk hal2 yg bermanfaat.
jangan tinggalin sholat sama ngajinya yahh.
jangan lupa juga belajar sabar yah karena aku suka lama kalo ngelakuin sesuatu hal.
doain aku yaa, semoga nanti bisa jadi makmum yang baik yang bisa ngebimbing anak2 kita masuk syurga barengan.(AAMIIN)
aku emang ga sempurna, makanya aku butuh kamu untuk nyempurnain agama aku nanti.
aku butuh temen untk sama2 berjuang dan belajar untuk bersyukur sama Dzat yang bakal pertemuin kita nanti.
yaudah gitu dulu aja kali ya, hope you're just fine there waiting for the time to come.
sincerely, your future wife :)
assalamu'alaikum kamu yang suatu saat bakal ngisi kekosongan di hatiku ciaellaahhh hhaha
apa kabar? udah sholat belum? ngajinya udah sampe juzz berapa nih?
hai tuan in shaa Allah 4-5 tahun lagi kita bakal ketemu di depan penghulu barengan sama wali kamu juga.
semoga kalo udah waktunya nanti, kita udah sama2 siap lahir bathin yaa..
.
kalo sekarang yuk mendingan kita sama2 ngebenahin dan saling memantaskan diri untuk satu sama lain hhehehe
aku sih ga pernah tau, sekarang ini kita udah kenal dari dulu, atau baru kenal kah, atau mungkin belom kenal sama sekali. tapi ga masalah kan yaa, kan tulang rusuk gak bakal salah untuk kembali ke pemiliknya, yaa meskipun mungkin sekarang kamu lagi nyasar2 dulu ke orang yang salah. :p
sebelum kita ketemu, aku mau minta maaf dulu aja kali yaa
.
maafin kalo aku gak sebaik atau sesuai sama harapan kamu nantinya
maaf kalo aku ga secantik artis yang kamu idola2in sampe majang posternya di kamar(mungkin)
maaf kalo nanti aku sering cemburu sama tmn wanitamu atau mantan2 kamu yang lebih baik daripada aku
maaf kalo aku ga bisa nemenin kamu jalan2 tiap weekend, soalnya kerjaan aku nanti mah ga kenal tuh kayaknya sama weekend :(
maaf kalo nanti aku bakal bawa orang tua aku untuk tinggal bareng sama kita, semoga kamu ga pernah keberatan kalo aku mau ngebaktiin hidup aku untuk mereka
maaf kalo aku kebanyakan minta maaf, sebetulnya masih banyak tuan tapi yaa disimpen buat ntar aja yahh kalo kita ketemu :)
Tuan, jaga kesehatan kamu yaa. jangan lupa makan, olah raga, dan istirahat yang teratur. tapi juga jangan berlebihan. jangan terlalu sering2 begadang, kecuali bangun untuk hal2 yg bermanfaat.
jangan tinggalin sholat sama ngajinya yahh.
jangan lupa juga belajar sabar yah karena aku suka lama kalo ngelakuin sesuatu hal.
doain aku yaa, semoga nanti bisa jadi makmum yang baik yang bisa ngebimbing anak2 kita masuk syurga barengan.(AAMIIN)
aku emang ga sempurna, makanya aku butuh kamu untuk nyempurnain agama aku nanti.
aku butuh temen untk sama2 berjuang dan belajar untuk bersyukur sama Dzat yang bakal pertemuin kita nanti.
yaudah gitu dulu aja kali ya, hope you're just fine there waiting for the time to come.
sincerely, your future wife :)
Friday, August 12, 2016
Diary Anak Magang - Bank Indonesia
Sebenernya, diterima magang/PKL di Bank Indonesia itu gak sesulit yang kalian pikir loh yang penting kalian menuhin syarat-syaratnya. Ya cuma agak ribet aja kadang ada yang dioper-oper gitu bagaikan bola futsal.Mungin kalo kalian bingung dan gak tau mau kemana, kalian bisa ngehubungin Call Center BI alias BICARA di 131. Kenapa kesitu? Soalnya media tsb yang paling fast response nanggepin pertanyaan publik. Jangan Khawatir, pasti ditutun dengan tepat kok.
Tapi mungkin magang yang kedua buat ku ini agak...... ya,
orang bilang keberuntungan lah hahaha tiba-tiba sampe aja. Tiba-tiba masuk aja
tanpa dipersulit. Kalo kata syahrini, Alhamdulillah ya.
Aku itu orangnya nekat. Kalo udah mau sesuatu ya harus
dapet. Kek asmarakata nenek..... eh tapi kisah asmara ku gak berjalan mulus kek
pengalaman magang ini keknya dah-__-
Sebelum daftar PKL di BI baru aja berasa kayak di PHPin sama BI itu
sendiri. Sempet ogah si denger nama BANK INDONESIA. Duh gimana coba kalo kalian
di phpin pasti males kan..... enggak juga sebenernya ini emang gua aja yang
sedikit lebay. SEDIKIT ya.
Beberapa bulan lalu sekitar bulan februari 2016 berkas ku
alhamdulillah diterima sama kampus buat daftar beasiswa dari BI. Biarpun sebenernya
buat masukin berkas itu aku udah hilang harapan soalnya itu berkas aku kasih
pas udah lewat jadwal yang udah ditentuin sama kampus. Aku maksa sama
bapak-bapak penjaga gedung fakultas supaya bener-bener berkas itu diterima.
Karna apa? Karena aku diboongin sama gebetan ku. (waktu itu sih masih jadi
gebetan. Sekarang udah mantan gebetan soalnya aku diputusin sebelom jadian)
duhh sedih kan ingetnya. Dia udah keterima beasiswa itu semester lalu dan dia
bilang itu cuma bisa buat BEM. Dan oon nya aku percaya. Padahal aku juga dulu
pernah di BPM yang tugasnya justru ngawasin kinerjanya BEM. Aku sempet dimara-marahin
sama bapak-bapak itu gegara maksa udah gitu berkasnya gak lengkap. Jangankan
lengkap, formulirnya aja gue keabisan. Duh kok jadi malah ceritain tentang
beasiswa ya padahal niat awalnya mau ceritain pkl. Yah pokoknya intinya dari
pemaksaan dan doa mamah dirumah, berkas aku bisa masuk dan bisa sampe ketahap
wawancara. Terimakasih bapak penjaga fakultas, terimakasih kampus tercintahhhh
kampus hijauku. Selesai wawancara aku nanya kira-kira kapan bakal diumumin
keterima enggaknya? Katanya seminggu lagi. Nah ini nungguin udah bulan maret
engga ada kabar. Kek kamu deh, tiba-tiba gak ngasih kabar terus tiba-tiba kamu
hilang...............(situ manusia atau ...?)
Setelah menguatkan hati yang berkali-kali di PHPin entah
sama orang atau sama institusi apalah itu, tapi aku selalu yakin Allah tau kok
siapa disini yang tersakiti #SADIS
Tuh kan bener.... ALLAH itu selalu baik dan bener-bener baik
kalo kitanya juga baik. Karena aku lagi iseng, aku mainin path tuh buat accep
orang yang ada mutual friendnya. Pas aku cek satu-satu, ternyata ada pegawai
Bank Indonesia. Pas ku tanya, ternyata dia sering liat di Utube (bacanya youtube) karena masih
penasaran, akhirnya tanya-tanya gimana cara PKL disitu. Setelah tau triknya, aku memberanikan ke BI seorang diri. Padahal sebenernya aku sendiri gak tau BI
itu dimana. Untungnya hidup dizaman yang serba canggih tinggal telpon deh
abang-abang online. Dan sampailah disana..... berbekal CV, Surat dari kampus,
proposal, dan sebuah MAP bekas daftar beasiswa ekekek
Disana aku langsung ke DSDM (Divisi Sumber Daya Manusia)
ketemu sama ibu TITA. Semua mahasiswa dari seluruh Indonesia pasti kenal deh
sama bu Tita ini. Orangnya SUPER DUPER BAIK. Dalem hati pun ku bersorak sorai
karena akhirnya ketemu orang baik. Sekalian si harusnya ketemu jodoh juga yak
haha akhirnya gue di arahin buat ke Departemen Keuangan-Divisi Operasional
Sistem Keuangan (OSK). Karena hari itu hari selasa, jadi semua pegawai lagi
pada rapat. Bete deh nunggu 3 jam. Tapi gue biasa nunggu kok jadi segitu mah
kecil~
Sambil nunggu yang rapat selesai, gue diajakin sama pegawai
yang ngasih tau trik diawal buat nyoba yuk daftar PKL nya di lantai 7 Di DPU
(Divisi Pengelolaan Uang kayaknya kepanjangannya). Dan kalian tau apa.... gue
pas masuk ditanya bisanya apa,bahasa yang dikuasai apa,dan ayok kita test. YA
AMPUN LEMES LANGSUNG. Gak ada persiapan apa beneran sumpah. Untungnya waktu itu
bapak yang ngetest mau rapat juga jadi cuman dikasih selembar artikel yang
bahasa inggris terus disuruh ceritain kembali sama dia. Ya berbekel sok taunya
aku, aku jabarin aja yang gue tau disitu. Ini bukan berarti pinter, tapi ini
pas banget sama pelajaran pengantar akuntansi 2 yang bukan berarti nguasain itu
juga. Karna gue abis ngulang matkul itu aja jadi inget.
Tanpa basa basi bapak itu langsung nerima dan ngasih tau
kerjaan yang bakal dikerjain. Aku hanya bisa bengong..... Karena aku bisa dan
bukan itu yang aku mau. Aku minta
kerjaan yang berhubungan sama akuntansi supaya nanti pas sidang gue bisa.
Bapaknya bilang harusnya kamu di departemen keuangan kalo gitu. Akhirnya gue
dianterin sama pegawai tadi buat ke lantai 4. Disana cuma perlu nunjukin surat pengantar
dari kampus terus langsung di ACC. Akhirnya bisa bikin emak bangga juga.
8 Juni – 2 Agustus
2016 belajar real dari apa yang diajarin selama dikampus. Sebenernya kata-kata
ini sih buat terimakasih aja pas mau pamit sama pegawai kalo udah selesai
magang. Soalnya apa? Yang dikerjain disini beda banget sama yang diajarin di
kampus. Jadi ya harus belajar ulang bener-bener supaya bisa. Di sini aku
diajarin sama pembimbing magang (Pak Tedjo) cara bersosialisasi yang baik ke
sesama karyawan, di anggep bener-bener kaya pegawai sana soalnya tugas yang
dikerjain bener-bener berpengaruh sama perekonomian Indonesia #SADIS
Awal masuk ketemu sama yang namanya Asri (dari semarang lupa
kampus mana) dia gajarin semua kerjaan disana dari mulai NCP harian, monitoring
Rekening gantung, SIMAK harian, termasuk buka anggaran yang di minta dari
kantor-kantor wilayah BI di seluruh Indonesia. Terus ada Alam sama Tubagus
(dari telkom) yang kerjaannya gak pernah serius. Dasar lelakih.... engga gitu
juga sih maksud ku, mereka itu emang selow banget yang penting kerjaan kelar.
Ke kantor aja gak bawa tas coba. Pernah nih ya lagi gabut gak ada kerjaan,
kerjaan mereka bacain blog ku sambil cekikikan. Padahal blog ini isinya galo
semua dibaca perkalimat sama mereka sambil cekikikan sampe dibilang pembimbing
awas ngompol kalian ntar kebanyakan ketawa. Sedih dikit kek lam, gus. Mereka
juga yang ngajarin aku naik commuter line pas pulang termasuk jalan kaki dari
BI sampe stasiun tanah abang. Jauh banget sumpah jauh kalian harus rasain. Eh
jangan deng cape.
Setelah itu dateng Cony (dari kampus STEI TAZKIA) dan kita
baru tau teknologi yang namanya ANGKOT. Gila ternyata buat ke stasiun ada
angkot dan kita baru tau setelah seminggu jalan zzz KENAPA HARUS JALAN KAKI zzz
pas Alam sma Bagus selesai, kita jadi berdua deh ngerjain semua kerjaan. Mana
gak taunya kerjaan yang diajarin tuh ada yang salah dan kita suruh betulin dan
telusuri dari kapan salahnya. KENAPA HARUS KITAHH L kurang ajar emang nih si Alam
sama Bagus. Tapi kita makasih banget kalo gak karena kalian kita gak jadi anak
badung yang naik ke lante 15 gedung tipikal buat foto di landasan helikopter.
Padahal gedung tipikal gedung yang paling dijaga ketat dan pintunya tuh bunyi
kalo dibuka.
Gak ketinggalan kita juga Buka Puasa bareng sama anak PKL
divisi pajak ada sekitar 6 orang (dari telkom sama dari UI) dari situ kita
setiap hari senin pas acara Love Monday bareng-bareng.
Oiya ada lagi si Edo dan temennya (dari kampus Surabaya)
yang udah bersedia banyak cerita tentang beasiswa luar negeri yang bikin aku
jadi semangat lagi buat ngelanjutin S2 nanti. Kita ketemu pas lagi nungguin
berkas-berkas selesai dikerjain sama DSDM. Disitu Edo minta line dan langsung
ngechat terus jadi temenan deh sekarang.
Setelah lebaran dateng Sabrina (senior aku di UNJ ternyata)
dia bawa adeknya coba PKL namanya Arman (dari kampus yang ada di Semarang)
disusul Rika sama Nila (dari PNJ) yang ternyata mereka temennya SMA dan SMP nya
Fahmi. Rika sama Nila sempet di tolak di divisi lain dan kita kenalan disuruh
sama bu Tita biar gue ngunjukin trik-trik jitu masuk OSK. Terus dateng lah Tika
yang setiap senggang dia main snapchat. Yaudah deh aku ikutan masuk ke dalem
snapchatnya. Dan ternyata ada yang nanyain gue temennya snapchatnya. Temennya
itu magang di BI-cabang jakarta yang ternyata disitu ada gebetan ku (dulu).
Dunia sempit banget yah... engga juga sih ini kebetulan aja sebenernya...
Gak sekebetulan pas aku pamit dan minta bantu doa biar nanti
bisa kerja disini. Bu rulien (Asisten Ditektur/G5) pun bilang kalo jadi
istrinya orang sini mau gak? Dipikir bu rulien becanda, ya di Aminin aja dulu.
Tapi katanya bu rulien ini beneran ada yang namanya mas T*** yang ruangannya
dipojok sana nanyain kamu. Karena gak tau dan udah hari terakhir, minta tolong
cariin yang namanya mas T*** yang mana. Dan si Cony bilang....................
itu pak itu zen, yang ruangannya di qubickel ujung dia G5 asisten direktur juga
ternyata. Duhhh kenapa jadi bapak itu yah-___-
FEE? Upah magang gak selalu didapet disetiap perusahaan.
Bank Indonesia sendiri cuma ngasih uang transport yang berlaku buat sebuln
magang. So, kalo kalian magang 2 bulan, kalian cuma dapet jatah sebulan. Worth
enough? Mungkin engga ya, tapi at least bersyukur aja masih sedikit dihargai.
Banyak temen-temen gue yang capek-capek magang di instasi lain tapi gak digaji
sedikitpun.
Terlepas dari fee, yang terpenting itu pengalaman baru,
temen-temen baru, dan akan sangat berharga buat dimasukin ke CV hehe
Wednesday, July 27, 2016
Welcome Back Ibu Sri Mulyani
Indonesia tentunya punya putra putri bangsa yang cerdas dan mengabdikan hidupnya sama negara dong. B.J Habibie, Soekarno, Soemitro Djojohadikoesoemo dan masih banyak lagi, mendedikasikan seluruh tenaga dan pemikirannya buat tanah air tercinta. Begitu juga sama Sri Mulyani, perempuan sederhana dengan rambut pendek sebahu ini adalah salah salah idolaku. Dia ngasih contoh bagaimana niat baik dan kerja keras bisa membawa Indonesia pada perubahan besar-besaran.
Namanya Sri Mulyani, Ibu dari 3 anak ini kini beberapa tahun lalu gak lagi tinggal di Indonesia. Bukan karena gak lagi cinta sama negaranya, tapi karena beliau mengemban tugas yang lebih besar. Setelah begitu banyak terobosan yang ia cetuskan dan membersihkan kementerian dari KKN dan birokrasi yang menyulitkan, ia seolah ‘terbuang’. Ia disangkutkan dengan kasus bailout Bank Century, dituduh ikut andil dalam kasus yang tak kunjung usai. Seperti permasalahan cinta kitah~ #sadis
Kalo selama ini kalian cuma tau kalo beliau dulu adalah menteri keuangan di era Kabinet Indonesia Bersatu yang tersangkut kasus pelik Bank Century. Namun Sri Mulyani lebih dari itu, kisah hidupnya akan membuka mata kita semua bahwa, Sri Mulyani adalah pahlawan masa kini.
Ada beberapa kisah hidupnya yang bikin aku kagum banget sma beliau, diantaramya:
Pada Bahu Sri Mulyani, Indonesia Bersandar dan Selamat dari Krisis Ekonomi
Kalian masih ingat sama krisis ekonomi parah yang menghantam Amerika Serikat beberapa tahun lalu? Kala itu, perekonomian dunia morat marit gak karuan bahkan Yunani dinyatakan pailit. Jika negara-negara maju aja ambruk dan beberapa negara bagian di Amerika bangkrut, terus gimana bisa Indonesia yang notabene negara berkembang dan masih rapuh, bisa selamat bahkan kursnya menguat pesat?
Namanya Sri Mulyani, Ibu dari 3 anak ini kini beberapa tahun lalu gak lagi tinggal di Indonesia. Bukan karena gak lagi cinta sama negaranya, tapi karena beliau mengemban tugas yang lebih besar. Setelah begitu banyak terobosan yang ia cetuskan dan membersihkan kementerian dari KKN dan birokrasi yang menyulitkan, ia seolah ‘terbuang’. Ia disangkutkan dengan kasus bailout Bank Century, dituduh ikut andil dalam kasus yang tak kunjung usai. Seperti permasalahan cinta kitah~ #sadis
Kalo selama ini kalian cuma tau kalo beliau dulu adalah menteri keuangan di era Kabinet Indonesia Bersatu yang tersangkut kasus pelik Bank Century. Namun Sri Mulyani lebih dari itu, kisah hidupnya akan membuka mata kita semua bahwa, Sri Mulyani adalah pahlawan masa kini.
Ada beberapa kisah hidupnya yang bikin aku kagum banget sma beliau, diantaramya:
Pada Bahu Sri Mulyani, Indonesia Bersandar dan Selamat dari Krisis Ekonomi
Kalian masih ingat sama krisis ekonomi parah yang menghantam Amerika Serikat beberapa tahun lalu? Kala itu, perekonomian dunia morat marit gak karuan bahkan Yunani dinyatakan pailit. Jika negara-negara maju aja ambruk dan beberapa negara bagian di Amerika bangkrut, terus gimana bisa Indonesia yang notabene negara berkembang dan masih rapuh, bisa selamat bahkan kursnya menguat pesat?
Diberita yang aku baca kala itu, Ibu Sri Mulyani yang gak tidur berhari-hari, merumuskan langkah-langkah untuk menghadang krisis ekonomi global menyerang Indonesia. Beliau memimpin rapat dari pagi hingga malam, dengan beban luar biasa besar. Nasib negeri ini, digantungkan pada bahunya. 2 hari 2 malam, Sri Mulyani memimpin rapat yang konon menjadi tonggak dibangunnya benteng tebal yang menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi global.
Beliau tahu benar bahwa jabatannya sebagai Menteri Keuangan saat itu menjadi tumpuan dan harapan buat nentuin langkah Indonesia ke depan. Dalam waktu 48 jam, segala hal penting di Indonesia dari hulu ke hilir, kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya harus Sri Mulyani handle. Semua harus beliau pikirkan dengan matang dan teliti agar jangan sampai salah mengambil keputusan.
Bahkan pas orangtuanya meninggal, Sri Mulyani dihadapkan pada keputusan sulit. Meninggalkan rapat dan datang ke rumah duka, atau meneruskan rapat dengan risiko gak akan bisa melihat wajah sang orangtua buat terakhir kalinya. Tapi ia tahu kalo Indonesia lebih membutuhkannya saat itu. Begitu semua rapat berakhir, Sri Mulyani mengambil wudhu dan sholat. Saat berdoa, ia menangis sejadi-jadinya. Bagaimanapun juga, beliau juga manusia yang punya perasaan dan rasa sedih, sama seperti yang lainnya.
Berkat cucuran keringat dan kerja kerasnya, kita semua gak ngerasain pabrik-pabrik harus tutup kaya di Amerika. Atau kurs mata uang hancur lebur seperti di negara lainnya. Kita seolah hidup di planet lain yang gak ngerasain kerasnya pukulan krisis ekonomi, bahkan PHK dan melonjaknya harga-harga juga gak terjadi. Setelah badai terlewati, beliau menghela napas panjang dan tersenyum. Upayanya mati-matian menahkodai keuangan dan perekonomian di Indonesia diu saat genting berbuah manis.
Biarpun Jadi Menteri, Anak Sri Mulyani Harus Berhemat soalnya Gaji Menteri Gak Cukup.
Apa yang kalian bayangin ketika mendengar jabatan menteri? Banyak uang, ke mana-mana naik kendaraan mewah dan hidupnya terjamin? Nyatanya hal itu gak kejadian sama Sri Mulyani dan keluarganya. Justru saat ia menjadi menteri, gaji yang ‘hanya’ 19 juta rupiah itu harus ia atur baik-baik untuk biaya rumah tangga dan sekolah anaknya. Bahu membahu bersama sang suami, Sri Mulyani menabung sedikit demi sedikit buat masa depan putra putrinya.
Bahkan pas sang putri sulung, Dewinta Illinia berangkat kuliah ke Australia, Sri Mulyani mengajak bicara anak pertamanya itu, hati ke hati. Beliau memberikan buku tabungan yang berisi gajinya pas menjabat jadi Executive Director International Monetary Fund 2002-2004.
“Kamu harus hidup dengan ini. Mama enggak punya uang sekarang, beda dengan dulu,” tutur Sri Mulyani pada Dewinta. Ia berharap putrinya itu hidup sederhana di negeri kanguru, belajar dengan baik dan segera lulus. Begitu berat Sri Mulyani melepas putri tercintanya tinggal jauh di benua seberang, padahal dalam hati ia menjerit.
Kado Paling Menyakitkan Pas Ultah Sri Mulyani, Kasus Bank Century
Ulang tahu seharusnya menjadi momen yang membahagiakan. Tapi kayaknya ini gak berlaku buat Sri Mulyani beberapa tahun yang lalu. Perempuan dengan wajah bersahaja dan berpenampilan sederhana ini harus menerima ‘kado’ menyakitkan, dana talangan untuk Bank Century yang ia setujui, mulai dipermasalahkan dan meledak.
Sri Mulyani diserang habis-habisan sama DPR. Beliau disalahkan soalnya seharusnya gak nyairin dana sebanyak 6 trilyun lebih bagi bank ‘kecil’ seperti Century. Wanita berkacamata ini dengan susah payah menjelaskan alasannya, dengan perumpaan yang ia harapkan bisa diterima oleh semua orang, termasuk para anggota dewan yang terhormat.
“Jika ada rumah terbakar, tidak mungkin dibiarkan karena api bisa membakar seisi kampung.” Bahwa di dalam rumah itu ada perampok, “Ya tangkap perampoknya,” kata Sri Mulyani pake suara bergetar. Tapi tetap aja, ia disudutkan dan dicerca gak berenti-berentinya. Beliau bilang inget betul kapan mula dana talangan bank Century melejit menjadi suatu pemasalahan.
Sri Mulyani Dijegal di Negeri Sendiri, Tapi Dunia Membungkukkan Kepala padanya.
Ketika akhirnya ia ‘tersisih’ dan seolah semua jasanya pada Indonesia menguap begitu saja, Bank Dunia datang dan meminangnya untuk bekerja di sana. Pujian ahli-ahli ekonomi bahkan Presiden dan menteri dari negara lain pada Sri Mulyani pasca tindakan heroiknya pada krisis tahun 2008 terus mengalir. Ironis sekali bukan? di negeri sendiri, ia dijegal habis-habisan.
Menerima tawaran dari Bank Dunia bukanlah hal gampang buat Sri Mulyani. Dewinta meneleponnya dan bilang kalo itu gak adil. Kalo sang Ibu harus pindah ke Amerika Serikat maka jaraknya dari Australia jauh jauuuuuuuh bangat kaya kamu jauh disana~ #sadis. Mama, it’s not fair! Kata anak-anaknya.
Belum lagi putra keduanya udah diterima kuliah di UGM, Yogyakarta. Bisa dibayangin kan kalo beratnya Sri Mulyani hidup berpencar sama keluarganya, nahan rindu yang membuncah tiap harinya. Sosok yang dinyatakan sebagai perempuan paling berpengaruh nomor 23 di dunia versi majalah Forbes ini berusaha tegar dan tersenyum, seperti biasa.
Akhirnya ia berangkat mengemban tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. Pemikiran dan juga dedikasinya sekarang dirasaim sama semua negara di dunia. Biarpun kadang beliau nangis pas sujud solatnya sembari berdoa untuk keluarganya. Karena sekuatnya wanita, pasti ada sisi lembutnya.
Udah belum Indonesia berterimakasih sama Ibu Sri Mulyani?
Sekarang, Ibu Sri Mulyani seolah ngebuktiin ucapannya tahun 2010 pas dia kepilih jadi Managing Director World Bank, dia bilang bakal "come back",
Kini beliau kembali menduduki kursi Menteri Keuangan setelah presiden Jokowi bikin perombakan kabinet. "Menteri Keuangan Indonesia," bunyi profil terbaru Ibu Sri Mulyani di situs Linkedln yang diperbarui ya, Rabu, 27 Juli 2016
Selamat datang kembali ibu Sri Mulyani, selamat datang kembali kartini masa kiniku :)
Sunday, May 15, 2016
Arti Kesuksesan
Apa sih arti Kesuksesan bagi Yazena Putri ?
Menurut saya, Sukses is not destination, but Sukses is a Journey,
Sukses adalah sebuah proses, dimana saya terus menerus bertumbuh. Bertumbuh bukan hanya dari segi financial, tapi juga dari segi intelektual, cara berfikir kita, kecerdasan kita. Dari segi sosial, bagaimana hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita. Bertumbuh dari segi spiritual, segi rohani kita, hubungan kita dengan sang pencipta kita.
Itulah arti kesuksesan untuk saya.
Dan selama sukses bertumbuh ini, saya juga tidak lupa untuk berbagi. Berbagi kepada orang-orang disekitar kita. Karena saya percaya, kesuksesan orang bukan dilihat dari seberapa dia kayanya, seberapa besar rumahnya, seberapa banyak uangnya, atau berapa bagus mobilnya.
Tapi kesuksesan seseorang dinilai dari seberapa besar dampak positif yang dia bisa ciptakan dalam kehidupan orang-orang disekitarnya.
Saja juga percaya, titik awal keberhasilan dari sebuah mimpi. Sebuah Impian.
Mimpi saya sekarang adalah bukan mimpi mendapatkan sejuta views dalam channel youtube, tetapi saya ingin bisa memberikan dampak positif didalam kehidupan satujuta orang.
Saya percaya, kita bisa mengubah kehidupan kita, bukan saja kehidupan kita api juga keluarga kita, orang-orang disekitar kita, negeri kita tercinta, Indonesia.
Untuk mewujudkan mimpi kita ada 3 hal yang harus kita lakukan.
Kita harus bisa bertekat kuat. Berani menujudkan, berani berfikir.
Kuatkan hati, jangan pernah menyerah. Jangan jadi pribadi yang cengeng. Yang begitu mendapatkan kesulitan langsung menyerah. Selama nafas masih dikandung badan teruslah berjuang, karena maasih ada kesempatan.
Dan kuatkan iman, apapun kepercayaan kita sertakan lah selalu Allah didalam kehidupan kita dan didalam mimpi-mimpi kita karena itulah yang memberikan saya pengharapan. Kekuatan imanlah yang memberikan saya kekuatan.
Kekatan itulah yang menjadikan Yazena Putri Radliya, seperti sekarang ini...
Hidup adalah perjuangan, dan untuk sebuah perjuangan dibutuhkan pengorbanan.
Untuk sebuah pengorbanan dibutuhkan ketabahan.
Dan untuk sebuah ketabahan, dibutuhkan keyakinan.
Yakin. Yakin bahwa Allah itu selalu menyertai kita semua.
Yakin kalo kita berusaha, Allah pun akan memberikan yang terbaik buat kita.
Semoga Allah selalu melindungi dan menyertai kita semua.
AMIN :)
Menurut saya, Sukses is not destination, but Sukses is a Journey,
Sukses adalah sebuah proses, dimana saya terus menerus bertumbuh. Bertumbuh bukan hanya dari segi financial, tapi juga dari segi intelektual, cara berfikir kita, kecerdasan kita. Dari segi sosial, bagaimana hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita. Bertumbuh dari segi spiritual, segi rohani kita, hubungan kita dengan sang pencipta kita.
Itulah arti kesuksesan untuk saya.
Dan selama sukses bertumbuh ini, saya juga tidak lupa untuk berbagi. Berbagi kepada orang-orang disekitar kita. Karena saya percaya, kesuksesan orang bukan dilihat dari seberapa dia kayanya, seberapa besar rumahnya, seberapa banyak uangnya, atau berapa bagus mobilnya.
Tapi kesuksesan seseorang dinilai dari seberapa besar dampak positif yang dia bisa ciptakan dalam kehidupan orang-orang disekitarnya.
Saja juga percaya, titik awal keberhasilan dari sebuah mimpi. Sebuah Impian.
Mimpi saya sekarang adalah bukan mimpi mendapatkan sejuta views dalam channel youtube, tetapi saya ingin bisa memberikan dampak positif didalam kehidupan satujuta orang.
Saya percaya, kita bisa mengubah kehidupan kita, bukan saja kehidupan kita api juga keluarga kita, orang-orang disekitar kita, negeri kita tercinta, Indonesia.
Untuk mewujudkan mimpi kita ada 3 hal yang harus kita lakukan.
Kita harus bisa bertekat kuat. Berani menujudkan, berani berfikir.
Kuatkan hati, jangan pernah menyerah. Jangan jadi pribadi yang cengeng. Yang begitu mendapatkan kesulitan langsung menyerah. Selama nafas masih dikandung badan teruslah berjuang, karena maasih ada kesempatan.
Dan kuatkan iman, apapun kepercayaan kita sertakan lah selalu Allah didalam kehidupan kita dan didalam mimpi-mimpi kita karena itulah yang memberikan saya pengharapan. Kekuatan imanlah yang memberikan saya kekuatan.
Kekatan itulah yang menjadikan Yazena Putri Radliya, seperti sekarang ini...
Hidup adalah perjuangan, dan untuk sebuah perjuangan dibutuhkan pengorbanan.
Untuk sebuah pengorbanan dibutuhkan ketabahan.
Dan untuk sebuah ketabahan, dibutuhkan keyakinan.
Yakin. Yakin bahwa Allah itu selalu menyertai kita semua.
Yakin kalo kita berusaha, Allah pun akan memberikan yang terbaik buat kita.
Semoga Allah selalu melindungi dan menyertai kita semua.
AMIN :)
Saturday, May 7, 2016
ANDAI LELAKI TAHU
Andai Lelaki Tahu,
Apabila seorang perempuan jatuh cinta, lelaki itu tidak mesti punya segalanya tetapi lelaki itu adalah segalanya di hatinya.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila seorang perempuan itu mengalirkan air mata, itu bukan bermakna dia lemah, tetapi dia sedang mencari kekuatan untuk terus tabah mencintai lelaki itu.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan berkata dia mau kamu berubah, itu bukan bermakna dia tidak mau menerima kamu seadanya,
tetapi dia mau menjadikan anda lebih baik, bukan untuk dirinya, tetapi untuk masa depan anda.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan cemburu dan tidak percayakan kamu, bukan bermakna dia tidak sayang..
tetapi dia terlalu sayang kamu dan masih mengangap kamu anak kecil yang masih memerlukan sepenuh perhatian.
Terkadang dia terlalu risau sekiranya terlalu percaya, kamu akan mengkhianati kepercayaan yang diberi.
Naluri keibuannya sangat kuat. Dia hanya mau yang terbaik untuk kamu .
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan merajuk, jangan kata dia lebay.
Dia bukannya mau dibujuk dengan uang atau hadiah, tetapi cukup dengan perhatian yang bisa membuat perempuan merasa dihargai.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan jarang mengatakan ‘i love u’, itu tidak bermaksud dia tidak mencintai kamu..
tetapi dia mau lelaki itu merasakan sendiri cintanya, bukan hanya hadir dari kata-kata tetapi juga melalui bahasa tubuhnya.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan bilang dia rindu sama kamu, dia benar-benar merindukanmu
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan bilang lelaki lain itu lebih baik dari kamu, jangan percaya kata-katanya karena dia hanya mau menguji kamu.
Dia mau melihat sejauh mana kamu sanggup menjadi yang terbaik di matanya.
Walaupun sebenarnya memang kamulah yang terbaik di hatinya.
Selagi dia denganmu, percayalah, walaupun perempuan menganggap masih banyak lagi yang lebih baik di matanya,
tetapi di hatinya, kamu tetap yang terbaik.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan ngambek, dia bukan bermaksud untuk membuat kesal,
tapi dia mau melihat sejauh mana lelaki itu mampu bersabar dengan sikapnya.
Percayalah, hati perempuan itu sangat lembut.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan berkata, “tolong tinggalkan saya!”, dia tidak bermaksud menyuruh anda pergi selamanya.
Dia hanya mau menenangkan fikirannya sebentar saja.
Apabila dia kembali tenang, percayalah dia akan mencari kamu semula. Itu tandanya dia benar-benar mencintai anda. Perempuan sulit untuk mengawal perasaan.
Dia terlalu emosional. Tapi dialah yang paling menyayangi kamu dan sangat sensitif dengan perubahan pada diri kamu.
Andai Lelaki Tahu,
Sejatinya Allah menciptakan lelaki dan perempuan itu dengan perbedaan yang tersendiri.
Tetapi sekiranya mereka saling memahami, mereka akan saling melengkapi dan menyempurnakan .
Perempuan itu diciptakan oleh Allah indah sekali.
Di balik air matanya, tersimpan seribu satu kekuatan yang bakal menjadikan seorang lelaki itu merasa selamat bersamanya.
Biarpun sebenarnya perempuan itu tampak lemah tapi dia punya kekuatan tersendiri yang bisa menggoncang dunia dan mungkin bisa pula membuat lelaki menjadi lemah karenanya.
Jadi hargailah kehadiran seorang perempuan dalam hidup kamu karena dia didatangkan bukan dengan kelemahan saja tetapi dia juga ada kekuatan untuk mendukung kamu yang membuat hidup kamu lebih sempurna.
Dialah yang bakal menjadi perempuan utama, isteri juga ibu yang terbaik untuk anak-anak kamu :)
Apabila seorang perempuan jatuh cinta, lelaki itu tidak mesti punya segalanya tetapi lelaki itu adalah segalanya di hatinya.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila seorang perempuan itu mengalirkan air mata, itu bukan bermakna dia lemah, tetapi dia sedang mencari kekuatan untuk terus tabah mencintai lelaki itu.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan berkata dia mau kamu berubah, itu bukan bermakna dia tidak mau menerima kamu seadanya,
tetapi dia mau menjadikan anda lebih baik, bukan untuk dirinya, tetapi untuk masa depan anda.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan cemburu dan tidak percayakan kamu, bukan bermakna dia tidak sayang..
tetapi dia terlalu sayang kamu dan masih mengangap kamu anak kecil yang masih memerlukan sepenuh perhatian.
Terkadang dia terlalu risau sekiranya terlalu percaya, kamu akan mengkhianati kepercayaan yang diberi.
Naluri keibuannya sangat kuat. Dia hanya mau yang terbaik untuk kamu .
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan merajuk, jangan kata dia lebay.
Dia bukannya mau dibujuk dengan uang atau hadiah, tetapi cukup dengan perhatian yang bisa membuat perempuan merasa dihargai.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan jarang mengatakan ‘i love u’, itu tidak bermaksud dia tidak mencintai kamu..
tetapi dia mau lelaki itu merasakan sendiri cintanya, bukan hanya hadir dari kata-kata tetapi juga melalui bahasa tubuhnya.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan bilang dia rindu sama kamu, dia benar-benar merindukanmu
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan bilang lelaki lain itu lebih baik dari kamu, jangan percaya kata-katanya karena dia hanya mau menguji kamu.
Dia mau melihat sejauh mana kamu sanggup menjadi yang terbaik di matanya.
Walaupun sebenarnya memang kamulah yang terbaik di hatinya.
Selagi dia denganmu, percayalah, walaupun perempuan menganggap masih banyak lagi yang lebih baik di matanya,
tetapi di hatinya, kamu tetap yang terbaik.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan ngambek, dia bukan bermaksud untuk membuat kesal,
tapi dia mau melihat sejauh mana lelaki itu mampu bersabar dengan sikapnya.
Percayalah, hati perempuan itu sangat lembut.
Andai Lelaki Tahu,
Apabila perempuan berkata, “tolong tinggalkan saya!”, dia tidak bermaksud menyuruh anda pergi selamanya.
Dia hanya mau menenangkan fikirannya sebentar saja.
Apabila dia kembali tenang, percayalah dia akan mencari kamu semula. Itu tandanya dia benar-benar mencintai anda. Perempuan sulit untuk mengawal perasaan.
Dia terlalu emosional. Tapi dialah yang paling menyayangi kamu dan sangat sensitif dengan perubahan pada diri kamu.
Andai Lelaki Tahu,
Sejatinya Allah menciptakan lelaki dan perempuan itu dengan perbedaan yang tersendiri.
Tetapi sekiranya mereka saling memahami, mereka akan saling melengkapi dan menyempurnakan .
Perempuan itu diciptakan oleh Allah indah sekali.
Di balik air matanya, tersimpan seribu satu kekuatan yang bakal menjadikan seorang lelaki itu merasa selamat bersamanya.
Biarpun sebenarnya perempuan itu tampak lemah tapi dia punya kekuatan tersendiri yang bisa menggoncang dunia dan mungkin bisa pula membuat lelaki menjadi lemah karenanya.
Jadi hargailah kehadiran seorang perempuan dalam hidup kamu karena dia didatangkan bukan dengan kelemahan saja tetapi dia juga ada kekuatan untuk mendukung kamu yang membuat hidup kamu lebih sempurna.
Dialah yang bakal menjadi perempuan utama, isteri juga ibu yang terbaik untuk anak-anak kamu :)
Monday, May 2, 2016
Bukan Salahnya, tapi Salahku
Kalo aku boleh beranalogi, kegagalan itu ibarat air panas, yang bisa ngebuat wortel jadi lembek(melemah n kehilangan semangat juang), atau yang bisa ngebuat telur mengeras (berontak n gak terima sama ketentuan Allah), atau juga yang bisa ngebuat kopi jadi tambah harum (keberadaannya disenangi dan dinanti orang sekitar).
Allah tau kok kapan waktu terbaik untuk ngabulkan doa setiap hambanya.
Ini yang terjadi dibulan kelahiranku, ya "April". Bulan yang aku rasa sangat dan amat istimewa. Tapi mengapa tak seistimewa biasanya?
Kemana kamu tuan?
Aku masih menunggumu bersama janji-janji yang kau lontarkan dahulu. Apa aku cukup bodoh untuk menunggu selama ini?
Lalu mengapa kau datang lagi? Setelah tau ada seseorang yang telah menghapus tangisku karnamu?
Sekarang aku mengerti, terkadang seseorang datang lagi ke hidupmu, setelah dulu dia sendiri yang memilih berlalu. Kini tiba-tiba memohon kembali bersama.
Padahal dulu aku yang mati-matian mempertahankannya, aku yang memohon pada hidupnya agar kamu tetap tinggal.
Aku bahkan sekarat menahan perih, sebab bertubi-tubi dihantam sedih. Kata-katamu yang tak pernah menjemput wanita lain, ternyata kau antarkan wanita itu ketempat tujuannya.
Kata-katamu yang semakin tak peduli dengan hubungan ini.
Kamu tetap memilih berlalu, seolah tak peduli lukaku.
Tapi semesta punya cara sendiri memperlihatkan hatiku padanya, dia tak pernah menemukan seseorang sekuat aku mencintainya.
Alasan sederhana yang membuat dia kembali. Dia ingin diberi kesempatan, melupakan betapa sesaknya aku yang dulu membunuh kenangan.
Aku tak tahu harus bagaimana; di satu sisi aku tahu rindu itu masih ada, di sisi lain aku seolah merasa semua sudah terlambat.
Aku terlanjur belajar berdamai dengan diriku sendiri. Aku tak mau melihat diriku sedih sendiri.
Namun, aku tahu, matanya selalu saja mampu membuatku rindu.
Bagaimana mungkin aku menerimanya kembali?
Bagaimana mungkin aku menanggapi beribu alasan lagi yang setiap kali kamu lakukan, selalu aku maafkan?Sementara dulu kamu pernah sengaja pergi dan membiarkanku setengah mati.
Maafkan aku tuan.
Kalaulah aku pergi duluan, bukan lagi aku tak mencintaimu.
Biarlah waktu sibukmu yang melarutkan sakit hatimu pada temanmu itu.
Ku lihat, kamu sudah benar-benar mencapai semua mimpimu. Dan mimpi kita berdua tentunya. Aku tak akan pernah melupakan perjuangan perjuangan kecil kita untuk mencapai mimpi itu tuan. Karna itu yang menjadikanku wanita seperti sekarang ini. Semoga kamu sukses selalu dimimpi-mimpimu yang lain.
Bukan salahnya, tapi salahku.
Maafkan aku tuan, kini, aku mencintainya
Allah tau kok kapan waktu terbaik untuk ngabulkan doa setiap hambanya.
Ini yang terjadi dibulan kelahiranku, ya "April". Bulan yang aku rasa sangat dan amat istimewa. Tapi mengapa tak seistimewa biasanya?
Kemana kamu tuan?
Aku masih menunggumu bersama janji-janji yang kau lontarkan dahulu. Apa aku cukup bodoh untuk menunggu selama ini?
Lalu mengapa kau datang lagi? Setelah tau ada seseorang yang telah menghapus tangisku karnamu?
Sekarang aku mengerti, terkadang seseorang datang lagi ke hidupmu, setelah dulu dia sendiri yang memilih berlalu. Kini tiba-tiba memohon kembali bersama.
Padahal dulu aku yang mati-matian mempertahankannya, aku yang memohon pada hidupnya agar kamu tetap tinggal.
Aku bahkan sekarat menahan perih, sebab bertubi-tubi dihantam sedih. Kata-katamu yang tak pernah menjemput wanita lain, ternyata kau antarkan wanita itu ketempat tujuannya.
Kata-katamu yang semakin tak peduli dengan hubungan ini.
Kamu tetap memilih berlalu, seolah tak peduli lukaku.
Tapi semesta punya cara sendiri memperlihatkan hatiku padanya, dia tak pernah menemukan seseorang sekuat aku mencintainya.
Alasan sederhana yang membuat dia kembali. Dia ingin diberi kesempatan, melupakan betapa sesaknya aku yang dulu membunuh kenangan.
Aku tak tahu harus bagaimana; di satu sisi aku tahu rindu itu masih ada, di sisi lain aku seolah merasa semua sudah terlambat.
Aku terlanjur belajar berdamai dengan diriku sendiri. Aku tak mau melihat diriku sedih sendiri.
Namun, aku tahu, matanya selalu saja mampu membuatku rindu.
Bagaimana mungkin aku menerimanya kembali?
Bagaimana mungkin aku menanggapi beribu alasan lagi yang setiap kali kamu lakukan, selalu aku maafkan?Sementara dulu kamu pernah sengaja pergi dan membiarkanku setengah mati.
Maafkan aku tuan.
Kalaulah aku pergi duluan, bukan lagi aku tak mencintaimu.
Biarlah waktu sibukmu yang melarutkan sakit hatimu pada temanmu itu.
Ku lihat, kamu sudah benar-benar mencapai semua mimpimu. Dan mimpi kita berdua tentunya. Aku tak akan pernah melupakan perjuangan perjuangan kecil kita untuk mencapai mimpi itu tuan. Karna itu yang menjadikanku wanita seperti sekarang ini. Semoga kamu sukses selalu dimimpi-mimpimu yang lain.
Bukan salahnya, tapi salahku.
Maafkan aku tuan, kini, aku mencintainya
Monday, March 7, 2016
AKU MENJAUH, KARENA AKU SADAR. AKU MENCINTAIMU
Sering kali aku mengikhlaskan kepergian seseorang namun baru kali ini yang paling menyakitkan, maafkan jika aku pernah hadir menyapamu dan mengisi waktu untukmu dalam beberapa bulan ini. Kini aku harus pergi bukan karena aku membencimu namun sebaliknya, aku mencintaimu.
.
.
Aku tak pernah paham bagaimana bisa aku mencintaimu? Bahkan aku masih sering bertanya-tanya apakah kau sosok yang nyata atau malah sebaliknya?
.
.
Dibalik ceritamu beberapa bulan ini, aku tersadar. Kamu memang sosok yang kuat nan baik hati namun tidak dengan fisikmu. Engkau berada dititik yang lemah namun masih tetap bersyukur atas nikmat dari Allah SWT, aku kagum padamu. Karena wanita itu identik dengan hatinya yang halus dan pandai merasa seperti yang engkau katakan malam itu.
.
.
Kini, aku pergi membawa cerita singkat dan sangat singkat antara kau dan aku. Aku akan mengikhlaskanmu dari kehidupanku karena aku sadar, ada dosa dibalik kita yang melemparkan perhatian itu. Namun, aku mencintaimu dan ku lindungi dirimu dan diriku dari dosa-dosa itu :’)
.
.
Jangan tanyakan, air matapun ikut menjadi saksi saat aku mencoba lari dan menjauh dari mu, tidakkah kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku saat ini? Semoga kau tidak ikut merasakannya karena itu tak sebanding dengan apa yang engkau rasakan saat ini.
.
.
Inshaa Allah, aku akan mengikuti cerita yang Allah persiapkan antara kamu dan aku, jika memang pada akhirnya kita akan bertemu kembali mungkin itu adalah salah satu takdir Allah dan ku harap engkau masih tetap utuh seperti semangat yang ku berikan kepadamu, dulu. Namun, jika memang kita tak akan pernah bertemu kembali? Hanya do'aku yang senantiasa bertemu denganmu. Kita bertemu karena cerita dariNya dan ku pergi karenaNya:’)
.
.
Aku akan mulai terbiasa kembali tanpamu, terimakasih. Ceritamu memang membuatku bisa tersenyum kembali. Semoga engkau juga tersenyum seperti diriku saat ini…
.
.
Yakinlah, untukmu. Semoga senyuman itu kelak sangat indah, bertahanlah! Seberat apapun ujian hidup yang Allah berikan kepadamu pasti ada cara untuk menyelesaikannya, sabar. Kamu kuat! Percayalah, Allah itu maha bijaksana, semoga Allah selalu bersamamu dan menjagamu.
.
.
Aku tak pernah paham bagaimana bisa aku mencintaimu? Bahkan aku masih sering bertanya-tanya apakah kau sosok yang nyata atau malah sebaliknya?
.
.
Dibalik ceritamu beberapa bulan ini, aku tersadar. Kamu memang sosok yang kuat nan baik hati namun tidak dengan fisikmu. Engkau berada dititik yang lemah namun masih tetap bersyukur atas nikmat dari Allah SWT, aku kagum padamu. Karena wanita itu identik dengan hatinya yang halus dan pandai merasa seperti yang engkau katakan malam itu.
.
.
Kini, aku pergi membawa cerita singkat dan sangat singkat antara kau dan aku. Aku akan mengikhlaskanmu dari kehidupanku karena aku sadar, ada dosa dibalik kita yang melemparkan perhatian itu. Namun, aku mencintaimu dan ku lindungi dirimu dan diriku dari dosa-dosa itu :’)
.
.
Jangan tanyakan, air matapun ikut menjadi saksi saat aku mencoba lari dan menjauh dari mu, tidakkah kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku saat ini? Semoga kau tidak ikut merasakannya karena itu tak sebanding dengan apa yang engkau rasakan saat ini.
.
.
Inshaa Allah, aku akan mengikuti cerita yang Allah persiapkan antara kamu dan aku, jika memang pada akhirnya kita akan bertemu kembali mungkin itu adalah salah satu takdir Allah dan ku harap engkau masih tetap utuh seperti semangat yang ku berikan kepadamu, dulu. Namun, jika memang kita tak akan pernah bertemu kembali? Hanya do'aku yang senantiasa bertemu denganmu. Kita bertemu karena cerita dariNya dan ku pergi karenaNya:’)
.
.
Aku akan mulai terbiasa kembali tanpamu, terimakasih. Ceritamu memang membuatku bisa tersenyum kembali. Semoga engkau juga tersenyum seperti diriku saat ini…
.
.
Yakinlah, untukmu. Semoga senyuman itu kelak sangat indah, bertahanlah! Seberat apapun ujian hidup yang Allah berikan kepadamu pasti ada cara untuk menyelesaikannya, sabar. Kamu kuat! Percayalah, Allah itu maha bijaksana, semoga Allah selalu bersamamu dan menjagamu.
Sunday, February 28, 2016
JODOHKU....
Semoga jodohku kelak adalah seseorang yang baik agamanya, bagus akhlaknya, berkah rejekinya, lembut sikapnya, dan besar kasih sayangnya.
Ia bahagia mendapatkanku dan akupun bahagia mendapatkannya.
Ia tenang bersamaku dan akupun damai mendampinginya.
Beribadah berdua dengannya sempurnakan ketaatan.
Menjemput ridha-Nya dalam syahdu kehalalan.
Sebelum saat itu tiba, aku akan menunggu dalam kesendirian.
Hingga ia datang menjemputku dengan cara yg baik tanpa pacaran.
Semoga nanti, kami dipertemukan dalam sebaik-baik pertemuan. Dan disatukan dalam sehalal ikatan.
Dan dapat menerimaku dan orang tuaku apa adanya :))
Ia bahagia mendapatkanku dan akupun bahagia mendapatkannya.
Ia tenang bersamaku dan akupun damai mendampinginya.
Beribadah berdua dengannya sempurnakan ketaatan.
Menjemput ridha-Nya dalam syahdu kehalalan.
Sebelum saat itu tiba, aku akan menunggu dalam kesendirian.
Hingga ia datang menjemputku dengan cara yg baik tanpa pacaran.
Semoga nanti, kami dipertemukan dalam sebaik-baik pertemuan. Dan disatukan dalam sehalal ikatan.
Dan dapat menerimaku dan orang tuaku apa adanya :))
Tiga Puluh Hari Setelah Perpisahan Kita
Kita telah masuk bulan Februari. Bulan yang aku tunggu
setiap tahun. Bulan dimana aku selalu mengharapkan kejadian yang sama tepat di
bulan Februari 2015, setahun silam. Dimana bulan ini adalah bulan dimana aku
selalu berharap, doa mu saat meniup lilin masih sama seperti setahun silam.
Kamu ingat apa yang terjadi di tahun 2015?
Aku kesal sebenarnya jika harus mengingat semua lagi. Karena
aku berusaha untuk melupakanmu, melupakan kita, melupakan bagaimana caramu
menatapku, dan berharap bahwa semua kenangan kita segera tergantikan dengan
kenangan baru yang aku ciptakan tanpamu. Itulah harapan yang hingga kini belum
benar-benar menjadi kenyataan. Aku mengaku kalah karena tak ada kenangan yang
membanggakan seperti kenangan kita dahulu.
Saat ini, masihkah aku boleh berkata jujur bahwa hari-hari
yang aku lewati tanpamu adalah hari-hari penuh tanda tanya, tanda tanya yang
memiliki jawaban tidak berujung. Aku selalu berharap menemukan jawaban itu
bersamamu, meskipun kamu tidak akan berbalik ke arahku walau sedikit saja.
Tidak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu. Sementara disini, aku hanya
bisa duduk diam, menatapmu dari kejauhan, mengitarimu dengan pelukan bayangan,
dan berharap suatu hari nanti Tuhan kembali menciptakan sebuah pertemuan. Dan
kita punya peluang untuk saling memaafkan.
Karena sampai saat ini, aku belum bisa memaafkan tindakan
yang kau lakukan kepadaku. Ingatkah tuan, tepat sebulan lalu akhir January 2016.
Aku munggin tak akan menyangka kamu akan berkata dan bertindak seperti itu
tuan. Karena aku telah menyiapkan sesuatu untukmu bulan Februari ini.
Apakah
karena kamu malu dengan keberadaanku?
Aku begitu percaya kepadamu. Apa salahku hingga kau
melakukannya?
Ceritakan padaku, hal apa yang tak bisa kau terima sampai kau
membuatku mati rasa seperti ini?
Aku senang, meskipun aku sedikit gede rasa karena mengira
kamu masih begitu jatuh cinta padaku. Tapi mengapa,makin hari kamu makin
menjauh. Sedangkan dengan wanita lain kamu begitu akrab. Bahkan sangat akrab.
Sampai kadang, aku merasa aku benar-benar harus jauh darimu. Karena itu
permintaanmu.
Aku tidak tau rasanya menangis itu seperti apa. Karena
ayahku selalu bilang bahwa menjadi wanita berarti menjadi tidak punya hati. Aku selalu diajarkan untuk tak mudah menyerah dan tak terlalu banyak menggunakan hati. Aku
tidak tahu kenapa aku dipaksa untuk tidak memiliki hati, karena aku terlanjur
memberikan seluruh hatiku padamu, meskipun pada akhirnya aku menyesal telah
melepaskan kamu pergi. Aku tidak tahu kenapa seharian ini aku tidak bersemangat
melakukan apapun. Aku tidak tahu mengapa malam ini kata-katamu sebulan lalu
terngiang di otak dan telingaku, berharap aku punya pintu kemana saja milik
Doraemon, dan bisa mengembalikanmu kepelukanku seperti dahulu. Sebelum kamu
memilih perpisahan kita.
Aku tidak tahu mengapa pelupuk mataku begitu penuh, mengapa
malam ini pipiku menghangat, tenggorokanku sesenggukan. Aku tidak tahu mengapa keyboard laptopku
basah. Kemudian telapak tanganku menutupi mulutku, agar tangis sialan ini
mereda.
Masa, iya, sih, merindukanmu harus sesakit ini?
Sekarang, aku hanya bisa melihat lilin yang ku persiapkan
dari bulan lalu untuk mendengar doa-doa itu keluar dari mulutmu lagi. Sekarang,
aku hanya bisa melihat kamu yang sedang senang-senangnya dengan duniamu.
Tentunya tanpa aku disampingmu.
Aku berharap, apa yang kamu cita-citakan lekas tercapai
semua. Aku berharp, kamu tak pernah merasakan apa yang ku rasakan. Karena aku
tau, Tuhan itu maha adil. Semoga dengan bertambahnya umurmu dapat mengurangi
kebohongan-kebohongan yang sering kau ucapkan kepadaku.
Hari ini tepat sebulan aku tanpamu, Selamat ulang tahun bon
cabeku, aku merindukanmu.
Dari momo yang selalu kau sebut sebagai bidadarimu.
Namun kau tinggalkan dengan mudahnya J
Wednesday, February 17, 2016
Setelah Aku Mengenal Tuhanku
Kadang,
Allah hadirkan beberapa orang ke dalam kehidupan kita
Guna memberikan pelajaran besar.
Kadang,
keberadaan mereka yang padahal cuma sementara dan terhitung sebentar itu,
menorehkan luka cukup dalam.
Mungkin terlalu dalam.
Bahkan tak jarang meninggalkan trauma berkepanjangan.
Aku mungkin berusaha melupakan, namun semua kebohongan-kebohonganmu semakin terkuak melalui orang-orang disekitarku. Yang membuat aku makin tak ingin lagi melihat batang hidungmu tuan.
Kamu adalah orang pertama yang membuatku berhasil sembuh dari luka. Namun kamu juga yang membuatku menjadi tidak pernah percaya kepada siapapun.
Semua itu karena sikapmu sendiri. Jangan salahkan keadaan yang berubah tuan.
Pilihan hidup manusia cuma ada dua.
Menjadi masa lalu atau masa depan seseorang.
Takdirlah yang bekerja pada fase ini.
Acapkali kepergian orang tersebut membekaskan jejak hitam dan memar pada hati yang tak lagi sehat.
Sehingga kita harus benar-benar menghapuskan segala memori tentangnya.
Tentang keberadaan dia dalam hari-hari kita.
Tak mudah memang.
Seringkali,
air mata yang mengering pada buku diary,
menjadi saksi bisu pelajaran hidup.
Acapkali,
Tinta hitam yang tertulis diatas kertas putih tentang betapa sakitnya hati,
menjadi sejarah kelam masa silam.
Kita mencoba melupakan semua.
Agar masa depan dapat sedikit lebih terang.
Agar secercah harapan muncul pada hari-hari baru.
Dan otak sempit ini berpikir bahwa WAKTU adalah penyembuh terbaik dari segala kesakitan yang ada.
Pikiran dangkal ini mengira bahwa WAKTU adalah obat dari kepahitan yang terasa.
Salah!
Setelah aku mengenal Tuhanku.
Setelah aku berusaha menjadi hamba yang tawakal kepadaNya.
Baru aku tahu,
Baru aku sadar,
bahwa DIA adalah obat dari segala.
Rabbku adalah jawaban dari semua.
Penyembuh terbaik dari luka hati bukanlah berapa panjangnya waktu belajar ilmu IKHLAS,
Bukan pula berapa lama menjadi murid kehidupan dunia,
Namun,
Banyak-banyak mengingat ALLAH sebagai Pencipta dari bumi yang maha luas.
Sembuhkan dirimu,
sembuhkan segala kesakitan jiwamu,
dengan mendekatkan raga serta
menundukkan akal dan pikiran,
pada kuasa Allah Ta'alaa.
Allah hadirkan beberapa orang ke dalam kehidupan kita
Guna memberikan pelajaran besar.
Kadang,
keberadaan mereka yang padahal cuma sementara dan terhitung sebentar itu,
menorehkan luka cukup dalam.
Mungkin terlalu dalam.
Bahkan tak jarang meninggalkan trauma berkepanjangan.
Aku mungkin berusaha melupakan, namun semua kebohongan-kebohonganmu semakin terkuak melalui orang-orang disekitarku. Yang membuat aku makin tak ingin lagi melihat batang hidungmu tuan.
Kamu adalah orang pertama yang membuatku berhasil sembuh dari luka. Namun kamu juga yang membuatku menjadi tidak pernah percaya kepada siapapun.
Semua itu karena sikapmu sendiri. Jangan salahkan keadaan yang berubah tuan.
Pilihan hidup manusia cuma ada dua.
Menjadi masa lalu atau masa depan seseorang.
Takdirlah yang bekerja pada fase ini.
Acapkali kepergian orang tersebut membekaskan jejak hitam dan memar pada hati yang tak lagi sehat.
Sehingga kita harus benar-benar menghapuskan segala memori tentangnya.
Tentang keberadaan dia dalam hari-hari kita.
Tak mudah memang.
Seringkali,
air mata yang mengering pada buku diary,
menjadi saksi bisu pelajaran hidup.
Acapkali,
Tinta hitam yang tertulis diatas kertas putih tentang betapa sakitnya hati,
menjadi sejarah kelam masa silam.
Kita mencoba melupakan semua.
Agar masa depan dapat sedikit lebih terang.
Agar secercah harapan muncul pada hari-hari baru.
Dan otak sempit ini berpikir bahwa WAKTU adalah penyembuh terbaik dari segala kesakitan yang ada.
Pikiran dangkal ini mengira bahwa WAKTU adalah obat dari kepahitan yang terasa.
Salah!
Setelah aku mengenal Tuhanku.
Setelah aku berusaha menjadi hamba yang tawakal kepadaNya.
Baru aku tahu,
Baru aku sadar,
bahwa DIA adalah obat dari segala.
Rabbku adalah jawaban dari semua.
Penyembuh terbaik dari luka hati bukanlah berapa panjangnya waktu belajar ilmu IKHLAS,
Bukan pula berapa lama menjadi murid kehidupan dunia,
Namun,
Banyak-banyak mengingat ALLAH sebagai Pencipta dari bumi yang maha luas.
Sembuhkan dirimu,
sembuhkan segala kesakitan jiwamu,
dengan mendekatkan raga serta
menundukkan akal dan pikiran,
pada kuasa Allah Ta'alaa.
Thursday, January 28, 2016
SENDIRIAN TAK SELALU KESEPIAN
Sehabis hujan sore ini, aku kembali membaca ulang percakapan kita, saat aku dan kamu masih menjadi dua manusia yang bisa dibilang punya kecocokan juga kesamaan. Aku tertawa walaupun diam-diam hatiku teriris mengingat bahwa hal-hal manis ini tak mungkin terjadi lagi. Tak mungkin lagi aku berharap bahwa kamu akan berubah jadi pria yang dulu begitu kukenal, yang kehadiran selalu sulit kuduga, dan yang diam-diam membuatkanku roti telur; untuk sarapan pagiku. Kenyataan yang harus kuterima, kamu bukan lagi pria yang dulu sangat kucinta, kamu berubah jadi orang asing, yang mungkin tak mau tahu lagi kenangan-kenangan kita dulu.
Rasanya aku masih mengingat sapaanmu ketika pertama kali kita berjumpa. Aku masih mengingat wajah lonjongmu, mata besarmu yang indah dibalut kelopak mata yang lebar, hidung yang cukup mancung, bibir tipis melengkung sempurna yang aku biarkan terus berkata meskipun kadang aku tak memahami pikiranmu yang terlalu bebas. Aku masih ingat betapa suara beratmu merasuk masuk ke telingaku, membisikan melodi cinta yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Aku masih menyimpan memori ketika kamu memakai kemeja biru, kulit coklatmu, dan banyak hal lain yang jika semakin kuingat, semakin membuat dadaku sakit. Aku tak sadar mengapa perkenalan yang tidak sengaja ini sukses membuatku berharap terlalu jauh pada sosok terlalu sempurna sepertimu.
Bagiku kesempurnaanmu adalah beban sangat berat untuk gadis seusiaku. Aku hanya perempuan biasa, kuliah di jurusan yang sangat sederhana, prestasiku tak seberapa, hobiku hanya menulis dan bermimpi, hanya itu yang bisa aku lakukan. Kamu? Dan, kamu? Kamu adalah pria luar biasa, yang diceritakan begitu sempurna dalam film dan rangkaian peristiwa drama, kamu menari, bergerak, berjalan dengan anggun; sementara aku hanya gadis lugu yang hanya berani menatapmu dari jauh dan berharap bahwa pertemuan pertama kita adalah mimpi yang akan terus berlanjut. Aku berharap tidak pernah bangun, berharap tak ada orang yang menyadarkanku bahwa mendekatimu adalah sebuah khayalan yang terlalu tinggi.
Dan, ternyata kamu memang tak sejauh matahari, kamu bukanlah sebuah ilusi. Aku semakin jatuh cinta padamu, pada suatu malam ketika kamu pertama mengajakku makan berdua bersama, di Kantin Universitas Negeri yang menjadi kampus tempat kami menuntut ilmu. Itu adalah pertemuan pertama kita, kita sering sekali bertatap muka tapi kita jarang sekali pergi berdua , namun kamu menghadirkan kenangan yang tak akan pernah bisa kulupakan hanya dalam waktu singkat. Aku tak pernah paham apa yang membuatmu kini menjauh, aku tak tahu mengapa kau lebih percaya cerita mereka daripada pengakuanku, kamu hanya bosan denganku, atau bahkan ada bagian dariku yang tak bisa kamu terima sejak awal? Hingga kamu rubah semua yang telah kamu lakukan menjadi tak separti yang biasa kau lakukan. Banyak kebohongan kecil yang sebenarnya aku tau, tapi aku pura-pura tak mengerti. Aku hanya ingin kita tetap baik-baik saja. Aku tak tahu mengapa hubungan yang awalnya kukira hanya main-main ini ternyata menimbulkan luka yang luar biasa dalam bagiku.
Bagiku, tak akan ada yang bisa menyembuhkan luka lamaku. Namun kau hadir dengan sejuta harapan, dan kini kau lukai aku, dengan cara manismu.
Bagiku, tak akan ada yang bisa menyembuhkan luka lamaku. Namun kau hadir dengan sejuta harapan, dan kini kau lukai aku, dengan cara manismu.
Terlalu cepat jika semua harus berakhir. Terlalu cepat jika aku harus kembali bersedih karena kehilangan kamu. Aku sedang di puncak sayang-sayangnya sama kamu, sementara kamu mendorongku dari atas sana, membiarkanku terjerambab, terjatuh sendirian, dan kamu tertawa seakan tidak melakukan kesalahan. Ini terlalu cepat, Batu Karangku. Perempuan yang selalu kamu sebut dengan Laut ini masih ingin memperjuangkan dan mengusahakanmu, tapi mengapa semalam kau bilang hal yang lain? Hal yang tak pernah aku harapkan untuk kau ucapkan. Mungkin, ini tidak akan pernah adil untukku, namun apa yang bisa aku tuntut? Kita tak punya status apapun, menangispun rasanya tak akan membuat kita kembali seperti dulu.
Aku tidak membencimu. Aku cuma benci hari-hari tanpamu. Aku tidak akan pernah menyesal pernah mengenalmu. Aku hanya menyesal mengapa dulu saat kau tawarkan kedekatan, dan aku terlalu cepat untuk mengulurkan tangan?
Hatiku terluka lagi. Dua kali. Dengan cara yang berbeda.
Dulu kesetiaan, sekarang?
Ada sedih yang tak bisa dijelaskan.
Hatiku terluka lagi. Dua kali. Dengan cara yang berbeda.
Dulu kesetiaan, sekarang?
Ada sedih yang tak bisa dijelaskan.
Dari Lautmu, yang tenang, diam,
tapi selalu mendoakanmu.
Monday, June 22, 2015
Kamu tidak akan pernah tahu rasanya
Harusnya aku memang tak perlu menghubungimu lagi, jika hanya untuk
bertengkar dan memperdebatkan hal-hal tolol yang membuatku memutuskan
pergi. Harusnya tak perlu aku membantumu lagi, jika hanya untuk kamu
sakiti untuk yang kedua kali. Harusnya sudah sejak dulu kita berpisah,
sehingga aku tak merasa terluka sedalam ini.
Kamu menawarkan banyak hal yang seharusnya aku tolak. Aku kira, aku sekuat baja, ternyata aku hanya Hawa yang tertipu dengan bisikan ular berbisa. Kamu hanya orang biasa, tidak punya apa-apa, tak ketemukan sisi menarik dari dirimu. Bodohnya, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, perasaan itu pun masih sama meskipun aku berusaha sekuat mungkin untuk menghindarimu.
Sekarang, aku merasa menjadi gadis paling tolol yang tiba-tiba lemah karena tersakiti cinta. Kamu pergi justru di saat aku berharap semua mimpi kita bisa menjadi nyata. Aku kira kamu berbeda dan di otakku telah muncul banyak khayalan yang suatu saat bisa kita abadikan. Telah tergambar jelas bagaimana kelak kita bisa masuk masjid bersama, merapal doa yang sama, dan mengucapkan Doa secara bersama. Aku telah membangun semua mimpi itu meskipun kamu tidak pernah tahu, tapi tiba-tiba kamu remukan semua, kamu hancurkan tanpa pikir panjang, dan kamu meninggalkanku seperti tak terjadi apapun.
Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku. Jadi orang yang sulit untuk bernapas karena tidak tahu kabarmu. Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi perempuan yang diam-diam menangisimu ketika membaca seluruh pesan singkat kita dulu. Kamu tak akan pernah tahu rasanya jadi orang paling menderita karena merasa dibohongi sejauh ini. Kamu tidak akan pernah tahu dan otak bodohmu itu juga tak akan pernah paham. Perasaan dan hatimu yang telah mati tak akan mungkin mengerti.
Iya, aku yang bodoh, semua salahku, selalu salahku. Aku tidak bisa melupakan berisiknya suara sepeda motormu, kendaraan yang selalu mampir kerumahku kala aku kesepian sendiri di rumah. Sepeda motormu yang mengantarku pulang hingga depan pagar rumah. Aku tidak bisa lupa caramu memandangku dari kaca spion, bagaimana matamu melirikku dengan ramah. Aku tidak bisa melupakan pelukmu, yang selalu kuanggap rumah untuk pulang. Aku tidak bisa melupakan leluconmu yang sebenarnya tak lucu, namun karena aku sangat mencintaimu, sebisa mungkin aku berusaha tertawa. Aku tidak bisa lupa bagaimana tawamu bisa benar-benar membuatku merasa lega dan tenang. Aku tidak bisa melupakan dialek anehmu saat berbicara, gaya bicaramu yang selalu membuatku rindu. Aku tidak bisa melupakan genggaman erat jemarimu yang entah bagaimana bisa seketika menenangkanku. Aku tidak bisa berhenti untuk menatap pagar rumah, berharap kamu tiba-tiba ada di situ, membawakanku selusin senyuman dan sepotong pelukan.
Aku ini gadis bodoh yang hobinya cuma menangis, bermimpi, menulis, lalu tak pernah tahu apa yang harus aku lakukan jika hatiku sedang sangat remuk seperti ini. Aku tak tahu apa arti dari semua ini. Apa arti hubungan kita yang berjalan hanya sesaat ini. Apa arti kebohonganmu yang sebenarnya tak bisa dimaafkan tapi selalu berusaha aku maafkan. Aku tak mengerti mengapa sekarang kita masih berkabaran, namun status hubungan kita penuh "ketidakjelasan" tetapi bertingkah seperti berpasangan?
Aku tak mengerti mengapa pria bodoh sepertimu bisa membuatmu merasa gadis paling gila di dunia. Kamu membuat duniaku jungkir balik, pernapasanku selalu sesak karena lelah menangis, dan mataku selalu kabut karena penuh mendung. Kamu mengubah duniaku jadi berbeda. Aku sudah terbiasa denganmu. Terbiasa dengan pesan singkatmu, terbiasa dengan sapaanmu di ujung telepon, terbiasa dengan pelukmu, terbiasa dengan suara sepeda motormu, terbiasa dengan hadirmu, terbiasa dengan kita. Bagaimana mungkin kamu dan aku, yang sempat menjadi kita, harus kembali berpisah lagi menjadi aku dan kamu, sedangkan aku sangat nyaman menjadi kita?
Kamu tentu tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku. Rasanya jadi gadis yang selalu menatap ponsel hanya karena menunggu kabar darimu. Kamu tak tahu rasanya jadi wanita yang tak tahu apa-apa, namun tiba-tiba dunianya jadi dibikin berbeda karena kehadiranmu. Kamu tak akan pernah tahu rasanya jadi aku-- yang selalu menunggumu pulang.
Ada banyak mimpi yang belum terwujud bersamamu. Salah satunya adalah aku ingin memelukmu semalaman, tak perlu ada percakapan, memelukmu sudah lebih dari cukup. Aku ingin mendengar degup jantungmu, merasakan degup cinta seperti apa yang ada di dadamu. Jika sudah mewujudkan mimpi yang satu itu, silakan kalau kamu mau pergi. Pergilah,dengan duniamu yang kau anggap paling menarik :)
-Dwitasari-
Saturday, June 13, 2015
Untuk Lelaki yang Hatinya Kupinjam Kemarin Dulu
Akihirnya aku memberanikan diri untuk bertemu denganmu lagi. Setelah 3 kali penolakan, rasanya kali ini kau patut ku berikan kesempatan. Bukan karena gengsi atau jual mahal, tapi hati ini memang kehilangan keberanian untuk memulai lagi sebuah hubungan.
Aku senang, kamu berbeda dengan mereka. Mereka yang selalu terburu-buru seakan dikejar waktu. Kau tahu persis kapan harus diam dan kapan harus bertanya mengenai masa laluku.
Mungkin, banyak yang sudah kau dengar dari mereka tentang siapa aku, mulai dari julukan perempuan jutek, perempuan sok jual mahal, sampai dengan ice queen karena lebih memilih untuk tidak berkawan dengan siapapun karena sering sekali aku menerima pengkhianatan dari temanku sendiri, kecuali seorang teman perempuan. Dan hari ini semua pertanyaanmu terjawab, bukan?
Bahwa aku membangun tembok setinggi mungkin dari laki-laki yang menjadikanku bahan taruhan, hanya demi kepuasan dan pembuktian bahwa aku dapat mereka jinakkan. Mungkin, mereka pikir aku bom atau hewan liar yang ada di hutan.
Biasanya, aku sebal dengan laki-laki yang hobi ngaret, aku tidak pernah suka laki-laki yang banyak bicara, dan wangi parfummu yang memenuhi setiap jengkal saluran pernapasan. Namun, entah mengapa, semua menjadi tidak penting lagi saat kau memberikan jaket hangatmu ketika aku sibuk meminta pembalut terhadap teman-temanku.
Aku suka saat kau memperlambat laju kendaraanmu hanya untuk mendengarkanku berceloteh ria, ketika aku berisik sekali untuk menyuruhmu memakai slayer agar tak terkena debu. Begitu juga saat kamu lupa membawa jas hujan dan lalu memakai jas hujan plastik yang sangat berisik dan aku kau suruh memegangnya sepanjang perjalanan. Entah itu dengan kesengajaan atau tidak, aku tidak mengerti....
Sepanjang perjalanan, aku mempertimbangkan, apakah waktu yang akan kita habiskan menjadi sebuah keharusan. Kalau saja mendadak aku mati bosan, seribu satu alasan sudah ku persiapkan untuk membatalkannya. Karena sudah beberapa kali aku membatalkan janji denganmu diwaktu kamu sudah didepan rumahku dan kamu menunggu selama 2 jam lamanya dengan pintu tertutup.
"kamu seperti cumi goreng tepung ini, ya."
"maksudmu? Bulat-bulat gendut ya?"
"bukan, kamu garing!"
Masih ingat saat itu kita tertawa? sepotong capit kepiting terbang bebas dari tanganmu dan mendarat sukses ditengah meja.
Tidak perlu banyak kata karena mata berbicara atas nama semua rasa.
Malam itu menyenangkan, seperti bulan yang mengintip diam-diam saat kita duduk bersebelahan.
Semoga kali ini benar berbeda.
Sejak malam itu, aku lebih merasa mengenal diriku sendiri. Terimakasih untuk 5 hal ternyata yang baru ku tahu jawabannya.
Ternyata, mencoba hal baru tidak semenakutkan yang ku kira.
Ternyata, ditanganmu kepiting bisa terbang.
Ternyata, masih ada yang sanggup bertahan untuk memanjat tingginya tembok yang ku bangun kemarin dulu.
Ternyata, restoran seafood bukan ide yang bagus untuk dijadikan pilihan saat kencan, susah mau pegangan tangan? mungkin . . . .
Ternyata, bahumu empuk seperti potongan cumi goreng yang kita perebutkan.
Meskipun garing tidak mengapa, kamu sederhana tidak seperti mereka yang sebelumnya menjejaliku dengan mimpi yang itu-itu saja...
Karena rasa mampu menerkam cerita, dan setiap cerita mempunyai rasa.....
-RASA CINTA-
Mencecap Cerita di Setiap Rasa
Aku senang, kamu berbeda dengan mereka. Mereka yang selalu terburu-buru seakan dikejar waktu. Kau tahu persis kapan harus diam dan kapan harus bertanya mengenai masa laluku.
Mungkin, banyak yang sudah kau dengar dari mereka tentang siapa aku, mulai dari julukan perempuan jutek, perempuan sok jual mahal, sampai dengan ice queen karena lebih memilih untuk tidak berkawan dengan siapapun karena sering sekali aku menerima pengkhianatan dari temanku sendiri, kecuali seorang teman perempuan. Dan hari ini semua pertanyaanmu terjawab, bukan?
Bahwa aku membangun tembok setinggi mungkin dari laki-laki yang menjadikanku bahan taruhan, hanya demi kepuasan dan pembuktian bahwa aku dapat mereka jinakkan. Mungkin, mereka pikir aku bom atau hewan liar yang ada di hutan.
Biasanya, aku sebal dengan laki-laki yang hobi ngaret, aku tidak pernah suka laki-laki yang banyak bicara, dan wangi parfummu yang memenuhi setiap jengkal saluran pernapasan. Namun, entah mengapa, semua menjadi tidak penting lagi saat kau memberikan jaket hangatmu ketika aku sibuk meminta pembalut terhadap teman-temanku.
Aku suka saat kau memperlambat laju kendaraanmu hanya untuk mendengarkanku berceloteh ria, ketika aku berisik sekali untuk menyuruhmu memakai slayer agar tak terkena debu. Begitu juga saat kamu lupa membawa jas hujan dan lalu memakai jas hujan plastik yang sangat berisik dan aku kau suruh memegangnya sepanjang perjalanan. Entah itu dengan kesengajaan atau tidak, aku tidak mengerti....
Sepanjang perjalanan, aku mempertimbangkan, apakah waktu yang akan kita habiskan menjadi sebuah keharusan. Kalau saja mendadak aku mati bosan, seribu satu alasan sudah ku persiapkan untuk membatalkannya. Karena sudah beberapa kali aku membatalkan janji denganmu diwaktu kamu sudah didepan rumahku dan kamu menunggu selama 2 jam lamanya dengan pintu tertutup.
"kamu seperti cumi goreng tepung ini, ya."
"maksudmu? Bulat-bulat gendut ya?"
"bukan, kamu garing!"
Masih ingat saat itu kita tertawa? sepotong capit kepiting terbang bebas dari tanganmu dan mendarat sukses ditengah meja.
Tidak perlu banyak kata karena mata berbicara atas nama semua rasa.
Malam itu menyenangkan, seperti bulan yang mengintip diam-diam saat kita duduk bersebelahan.
Semoga kali ini benar berbeda.
Sejak malam itu, aku lebih merasa mengenal diriku sendiri. Terimakasih untuk 5 hal ternyata yang baru ku tahu jawabannya.
Ternyata, mencoba hal baru tidak semenakutkan yang ku kira.
Ternyata, ditanganmu kepiting bisa terbang.
Ternyata, masih ada yang sanggup bertahan untuk memanjat tingginya tembok yang ku bangun kemarin dulu.
Ternyata, restoran seafood bukan ide yang bagus untuk dijadikan pilihan saat kencan, susah mau pegangan tangan? mungkin . . . .
Ternyata, bahumu empuk seperti potongan cumi goreng yang kita perebutkan.
Meskipun garing tidak mengapa, kamu sederhana tidak seperti mereka yang sebelumnya menjejaliku dengan mimpi yang itu-itu saja...
Karena rasa mampu menerkam cerita, dan setiap cerita mempunyai rasa.....
-RASA CINTA-
Mencecap Cerita di Setiap Rasa
Saturday, June 6, 2015
Cinta Pertama dalam Hidupku Hadir dari Waktu yang Tidak Mungkin lagi Kita Bertemu
Kini kita dipertemukan kembali. Aku dan kamu menjadi lebih dekat dari orang yang biasa, lalu menjadi orang istimewa.
Bahagia.
Ya, aku bahagia.
Tapi aku takut, karena aku ingin bahagia selamanya.
Jika ini hanya mimpi, jangan bangunkan aku! Biarkan aku terlelap dalam khayalan cerita yang disusun begitu indah dan rapi. Aku ingin menikmati setiap detik di dekatmu dan meratapi setiap detik kejauhan kita.
Ini tidak direncanakan.
Kini, kita jauh terpisah diantara hiruk pikuk musik disekitarku.
Dulu, aku menikmati malam dengan pesta pora seperti ini. Sekarang, aku hanya rebah dikasurku, membayangkan apa yang sedang kamu lakukan tanpaku, disampingmu.
Aku rindu, senyuman manis yang menyipitkan matamu.
Kamu menyuruhku menikmati hari ini. Tetapi entah mengapa, aku memilih mencari aman. Karena aku juga ingin sebaliknya, kamu merasa aman, sehingga kepercayaan diantara kita semakin kuat.
Aku tidak ingin mengecewakanmu karena aku tidak ingin dikecewakan.
Aku pernah merasakan kegagalan dan aku bangkit. Lalu aku merasakan jatuh lagi sehingga aku pun pernah merasa berada dititik dimana aku mati rasa dan hanya menjalani hari demi hari seperti itu itu saja.
Kini aku kembali bangkit dan cukup.
Cukup sampai disini.
***
Ketika seseorang pernah merasakan cinta, lalu orang itu pernah gagal, pada umumnya akan ada luka yang membekas, sehingga sulit untuk kembali seperti dulu.
Aku tidak butuh ribuan teman, atau apapun itu, karena aku hanya butuh satu kamu dihidupku.
Sekarang, aku kembali mencinta dan aku tak akan membiarkan hatiku dirampas lagi. Tolong dijaga!
Sekarang, semua ini adalah nyata.
Aku takut.
Aku takut, ketakutan akan kehilanganmu menjadi bumerang yang akan membuatku benar-benar kehilanganmu.
Ceritakan padaku
Ceritakan padaku semuanya
Aku ingin memahamimu lebih dalam
Ceritakan padaku, masa lalumu.
Aku ingin melihat perubahan
Ceritakan padaku, kebahagiaan dan kesedihanmu.
Aku ingin ada dalam cerita-cerita indahmu,dimasa depan untuk selamanya
Walaupun ini semua berlangsung begitu cepat, aku tahu kita berdua sudah menunggu waktu lama untuk bisa bersama dalam waktu yang bertahun-tahun lamanya. Hanya saja, kondisi dan situasi belum memberikan izin kita untuk bersama.
Karena yang terpenting bukan apa yang bisa kamu miliki, tetapi bagaimana kamu bahagia bersama apa yang kamu miliki. Tidak peduli berapa kali aku akan terlahir kembali dan bertemu denganmu, tidak peduli dimana dan bagaimana kelak kita akan berjumpa, aku akan selalu jatuh cinta kepadamu. Lagi. Dan lagi.
Kamu masih ingat cinta pertamamu?
Aku masih.
Dan cinta pertama dalam hidupku hadir dari waktu yang tidak mungkin lagi kita bertemu.
Dan tolong jangan pernah ucapkan kata rindu kepadaku.
Bahagia.
Ya, aku bahagia.
Tapi aku takut, karena aku ingin bahagia selamanya.
Jika ini hanya mimpi, jangan bangunkan aku! Biarkan aku terlelap dalam khayalan cerita yang disusun begitu indah dan rapi. Aku ingin menikmati setiap detik di dekatmu dan meratapi setiap detik kejauhan kita.
Ini tidak direncanakan.
Kini, kita jauh terpisah diantara hiruk pikuk musik disekitarku.
Dulu, aku menikmati malam dengan pesta pora seperti ini. Sekarang, aku hanya rebah dikasurku, membayangkan apa yang sedang kamu lakukan tanpaku, disampingmu.
Aku rindu, senyuman manis yang menyipitkan matamu.
Kamu menyuruhku menikmati hari ini. Tetapi entah mengapa, aku memilih mencari aman. Karena aku juga ingin sebaliknya, kamu merasa aman, sehingga kepercayaan diantara kita semakin kuat.
Aku tidak ingin mengecewakanmu karena aku tidak ingin dikecewakan.
Aku pernah merasakan kegagalan dan aku bangkit. Lalu aku merasakan jatuh lagi sehingga aku pun pernah merasa berada dititik dimana aku mati rasa dan hanya menjalani hari demi hari seperti itu itu saja.
Kini aku kembali bangkit dan cukup.
Cukup sampai disini.
***
Ketika seseorang pernah merasakan cinta, lalu orang itu pernah gagal, pada umumnya akan ada luka yang membekas, sehingga sulit untuk kembali seperti dulu.
Aku tidak butuh ribuan teman, atau apapun itu, karena aku hanya butuh satu kamu dihidupku.
Sekarang, aku kembali mencinta dan aku tak akan membiarkan hatiku dirampas lagi. Tolong dijaga!
Sekarang, semua ini adalah nyata.
Aku takut.
Aku takut, ketakutan akan kehilanganmu menjadi bumerang yang akan membuatku benar-benar kehilanganmu.
Ceritakan padaku
Ceritakan padaku semuanya
Aku ingin memahamimu lebih dalam
Ceritakan padaku, masa lalumu.
Aku ingin melihat perubahan
Ceritakan padaku, kebahagiaan dan kesedihanmu.
Aku ingin ada dalam cerita-cerita indahmu,dimasa depan untuk selamanya
Walaupun ini semua berlangsung begitu cepat, aku tahu kita berdua sudah menunggu waktu lama untuk bisa bersama dalam waktu yang bertahun-tahun lamanya. Hanya saja, kondisi dan situasi belum memberikan izin kita untuk bersama.
Karena yang terpenting bukan apa yang bisa kamu miliki, tetapi bagaimana kamu bahagia bersama apa yang kamu miliki. Tidak peduli berapa kali aku akan terlahir kembali dan bertemu denganmu, tidak peduli dimana dan bagaimana kelak kita akan berjumpa, aku akan selalu jatuh cinta kepadamu. Lagi. Dan lagi.
Kamu masih ingat cinta pertamamu?
Aku masih.
Dan cinta pertama dalam hidupku hadir dari waktu yang tidak mungkin lagi kita bertemu.
Dan tolong jangan pernah ucapkan kata rindu kepadaku.
Saturday, February 14, 2015
Alzheimer Telah Menghancurkan Istriku
(Cerita Fiksi)
Menjadi seseorang yang bertempat dimana dia tak harus bertempat memang sangat menyakitkan. Sedih? Marah? Kecewa pun tak ada gunanya. Sudah tidak usah heran, hidupku memang sudah ditakdirkan seperti ini. Apa lagi pekerjaan saya sekarang adalah penulis di salah satu majalah remaja. Kadang yang saya tulis adalah hal-hal yang saya rasakan dan saya lihat disekitar. Sangat sudah biasa saat tulisan saya dicerca maupun ditertawakan. Tapi saya menjadi best penulis setelah setahun bekerja menjadi tim penulis majalah remaja itu. Tulisan saya, postingan saya, bahkan status yang selalu saya buat selalu mendapat love atau pujian dari pembaca setia. Pekerjaan yang sekarang saya geluti sangatlah mudah karena saya bisa melakukan pekerjaan ini dirumah. Setiap waktu,saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini.
Menjadi seseorang yang bertempat dimana dia tak harus bertempat memang sangat menyakitkan. Sedih? Marah? Kecewa pun tak ada gunanya. Sudah tidak usah heran, hidupku memang sudah ditakdirkan seperti ini. Apa lagi pekerjaan saya sekarang adalah penulis di salah satu majalah remaja. Kadang yang saya tulis adalah hal-hal yang saya rasakan dan saya lihat disekitar. Sangat sudah biasa saat tulisan saya dicerca maupun ditertawakan. Tapi saya menjadi best penulis setelah setahun bekerja menjadi tim penulis majalah remaja itu. Tulisan saya, postingan saya, bahkan status yang selalu saya buat selalu mendapat love atau pujian dari pembaca setia. Pekerjaan yang sekarang saya geluti sangatlah mudah karena saya bisa melakukan pekerjaan ini dirumah. Setiap waktu,saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini.
Dahulu,sebelum
saya terjun ke dunia tulis menulis ini saya bekerja di sebuah perusahaan minyak
bagian Accounting. Ya, saya sangat suka sekali pada hitung menghitung dan
angka-angka yang terdapat pada setiap laporan keuangan yang saya buat. Untuk
masuk ke dunia perhitungan sangatlah mudah. Karena keluarga saya memang pandai
menghitung dan mendalami di dunia yang sama, Accounting. Setiap orang yang mendengar kata itu pasti memandang
pekerjaan itu adalah salah satu pekerjaan yang banyak menanggung dosa. Kata
orang, pekerjaan ini menuntut orang didalamnya menjadi tidak jujur. Di dunia
inilah aku bertemu pada istriku yang sangat sempurna menurut pandanganku.
Suatu
pagi di hari libur yang cerah, saya dan almarhumah Istri saya (saat itu 52
tahun) sedang duduk santai di teras. Kami duduk dalam ketenangan. Tiba-tba -
sambil memperhatikan jari-jari kaki saya - Ia berucap “Jari kakimu kok kurang satu?”
. Sesungguhnya saya tidak cacat. Jari saya jumlahnya normal, lima di kiri dan
lima di kanan. Maka saya bilang ke Istri saya : “Jari ku normal sayang, jumlahnya sama seperti punya mu…”
Tapi Ia bersikeras : “Tidak,
jarimu kurang satu…!” Saya bersabar, tapi tidak mau mengalah juga :
“Sama sayangkuu, coba kita
hitung yuk”. Lalu saya mulai menghitung jari kaki istri saya ” satu dua tiga empat lima…”
masing-masing di kaki kiri dan kanan. Istri saja menyimak. Setelah itu, saya
beralih ke kaki saya sendiri “Sekarang
ganti kakiku ya… satu dua tiga empat lima…sama kan…”. Ternyata
istri saya masih keukeuh “Tadi
nggak segitu…”. Lalu istri saya cemberut… Ekspresi wajahnya seperti
anak kecil yang ketahuan salah tapi tidak mau disalahkan…
Memang
sejak kami dibangku kuliah kejala ini sering saya dapati pada dirinya. Sejak
dibangku kuliah ia sering sekali lupa menaruh dimana kacamatanya. Padahal,
kacamata itu sedang ia gunakan dikepalanya. Teman-temannya pun hanya
menertawakannya saja karena ia adalah orang yang humoris dan pandai sekali
dekat dengan seseorang. Ia sering sekali terlambat masuk ke kelas karena lupa
jika ke esokan harinya adalah kelas pagi. Ia pun sedikit lama untuk mengambil
keputusan dibandingkan teman-temannya yang lain.
Istri
saya bukan orang yang buta angka. Malah bisa dibilang waktu mudanya ahli
hitung-hitungan, karena ia adalah kepala rumah sakit bagian Accounting. Jadi aneh kan, kalau ia
sampai salah untuk urusan hitung-hitungan yang sesepele itu? Kejadian itu hanya
salah satu dari serentetan perilaku “aneh” Istri saya. Ya, Istri saya mengalami
demensia (kepikunan), tapi bukan pikun biasa. Istri saya menderita Alzheimer.
Sudah
cukup lama memang tidak bertemu dengan istri saya sedari perkuliahan yang kita
jalani bersama. Dulu kami adalah teman satu kampus, bahkan kami satu kelas. Ya,
tentu saja dikelas Accounting. Yang saya tahu, ia dahulu sangat sering mengeluh
karena dia merasa terjebak pada dunia yang harusnya tidak ia tekuni. “Kayanya aku mau pindah jurusan aja. Aku
lama untuk berhitung.” “aku gak bisa kerjain ini.” “aku sebel udah itung
panjang malah buyar semua.” “ ini kok ga balance terus sih salah kali ya yang
buat soal.” “capek banget rasanya.” Itulah kalimat yang keluar dari
mulutnya saat lelah sedang ia rasakan. Yang saya tahu, istri saya sangatlah
mencintai tentang kehidupan social. Karena dia sudah terjebak didalam dunia
yang ia rasa tidak sejalan dengan pemikirannya, maka ia pun mulai menyatukan
pikirannya dan sifat sosialnya. Saat ia mendapakan nilai yang mengecewakan, ia
selalu berkata “siapa bilang akuntan gak
bisa jadi kaya sosialis yang bantu orang-orang seperti dokter? Aku buktikan ya,
nanti aku juga bisa jadi akuntan yang sosialis ” Saya sangat suka dengan caranya menyemangati
dirinya sendiri. Kami pun kadang sangat suka sekali berdebat jika hasil laporan
keuangan kami berbeda. Saling mendiamkan, lalu saling mencari jika membuat
laporan keuangan kembali. Lucunya, kami tidak menyadari bahwa saat itu kami
telah berkepala dua tetapi masih bertingkah seperti anak ABG labil yang baru
masuk SMA.
Angan
yang terpendam akan terwujud, cita-cita yang tinggi akan tergapai dengan usaha,
keriangan, dan kesungguhan. Tiga tahun ini tak pernah saya melihat lagi seorang
wanita yang selalu bersemangat itu. Kita terpisahkan oleh waktu yang terus
berjalan. Terpisahkan oleh detak-detik jarum jam yang tak pernah berhenti
berputar. Tapi kami dipertemukan lagi di salah satu ruangan hetic di mana kami
saling membutuhkan. Saya melihat ia sedang memarahi salah seorang perawat
karena memperumit pasien yang harus ditolong nyawanya terlebih dahulu.
Mengajari tentang pembukuan pada salah seorang perawat yang berjaga di loket
pembayaran. Ia pun mengajari bahwa setiap pasien yang masuk tak usah
mempedulikan uang yang mereka punya, tetapi pedulikan dahulu keselamatan pasien
itu. Sejak saat itulah kami menjalankan hubungan yang lebih serius dan
melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Sebelum
kami memperserius hubungan kami, banyak laki-laki yang membuat saya mender jika
ingin mendekatinya. Maka, saya pun hanya bisa menjadi sahabat baiknya dikala
duduk dibangku kuliah. Yang terpenting, melihat senyum tulusnya setiap hari
membuat saya bahagia. Dekat dengannya, rasa nyaman pun selalu ada. Dia berbeda
dia tak sama dengan wanita lainnya. Di saat masa remaja orang lain dihabiskan
untuk saling mengenal atau berpacaran, ia lebih memilih berkutat dengan
sibuknya. Sedari kuliah ia giat mencari uang untuk tambahan biaya kuliahnya. Ia
juga sangat menggemari dunia olahraga. Salah satu hobby nya pun menjelajah
gunung dan bela diri. Karena sifatnya yang cuek tak memperdulikan laki-laki
yang mendekatinya, maka dari itu kami saling mengenal lebih dalam dari sebuah
persahabatan.
Detak
jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu. Dalam lembaran penuh warna
kehidupan. Darinya, saya belajar bahwa semangat dapat mengubah segalanya yang
tak mungkin pun akan menjadi mungkin. Yang tadinya omongannya tak dipedulikan, menjadi
seseorang yang omongannya sangat didengarkan. Darinya, saya mendapatkan banyak
inspirasi. Darinya pun, saya belajar menulis…ia sangat menyayangiku, sangat
menghormati aku sebagai suaminya. Ia tak pernah melupakan tugasnya sebagai
istri dan juga seorang akuntan disebuah rumah sakit.
Dan
darinya, saya mendapatkan seorang putri kecil yang sangat cantik. Mirip
dengannya, peri kecil ini selalu menjadi penolong bagi orang-orang disekitarnya
termasuk saya, ayahnya.
Penyakit
Alzheimer adalah jenis demensia paling umum yang awalnya ditandai oleh
melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan,
penalaran, persepsi, dan berbahasa. Pada penderita Alzheimer, gejala berkembang
secara perlahan-lahan seiring waktu. Penyakit Alzheimer rentan diidap oleh
orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun dan sebanyak 16 persen diidap
oleh mereka yang usianya di atas 80 tahun. Meski begitu, penyakit yang
menjangkiti lebih banyak wanita ketimbang laki-laki ini juga dapat dialami oleh
orang-orang yang berusia antara 40 hingga 65 tahun. Diperkirakan sebanyak 5
persen penderita Alzheimer terjadi pada kisaran usia tersebut.
Lalu
apa tanda-tanda penyakit Alzaimer? Awalnya, Istri saya hanya menunjukkan
gejala-gejala lupa biasa, tapi makin lama makin sering lupa. Lupa menaruh
sesuatu, lupa mengambil sesuatu, lupa mau mengatakan apa, bahkan sampai salah
menyebut nama. Seperti kata orang, lupa “bawaan tua”. Namun seiring waktu
kejalanya meningkat. Saya dan istri saya membiasakan untuk solat subuh
berjamaah, namun rukun solat dan wudhu pun ia semakin kacau, diulang-ulang atau
terbalik-balik. Lalu makan dan berpakaian saja harus dipandu. Sebelum penyakitnya
mulai parah, ia tak pernah lupa menyiapkan pakaian,sepatu dan membenarkan dasi
saya yang salah. Keadaannya semakin memburuk karena emosinya pun berubah drastis.
Ia menjadi mudah tersinggung, mudah marah, gampang bingung, murung, sering
menangis tanpa alasan, dan lebih banyak diam. Karena biasanya apapun yang ia
lakukan,ia selalu bercerita jujur kepada saya. Jika ada sesuatu yang tidak
sesuai dengan kemauannya, atau jika ia mengalami kesulitan mengungkapkan
maksudnya, ia bisa panik,menangis,bahkan histeris. Pernah suatu hari ketika ia
melakukan kesalahan kecil yang tidak ia sengaja, Istri saya berteriak-teriak
dan menangis ketakutan. Memang kacaunya orientasi tempat dan waktu merupakan
salah satu gejala penyakit Alzheimer. Dalam sehari bisa belasan kali istri saya
menyanyakan hari.
Lalu
bagaimana cara berkomunikasi? Sangat sulit. Karena Istri saya pun kesulitan
mengungkapkan maksud dan pikirannya. Seolah banyak sekali yang ingin beliau
katakan. Namun setiap kali kalimatnya terhenti karena tidak menemukan
kata-kata, atau bisa jadi ide di benaknya pun raib.
Selain
sulit berkomunikasi, Istri saya pun hampir lupa identitas kami. Kadang-kadang
istri saya menyebut nama saya dengan nama mantannya dan sering pula mengira
anak kami sebagai adik sepupunya. Beliau tahu bahwa kami adalah orang-orang
yang dikenalnya, yang dekat dengannya, yang disayanginya, yang dirindukannya.
Namun, setiap kali kami musti mengingatkan siapa nama kami. Momen- momen itu
sekaligus saya manfaatkan untuk mengingatkan istri saya tentang angka dan
hitungan, meskipun itu sudah tidak ada faedahnya lagi bagi istri saya… Tapi
setidaknya, saya berusaha membangunkan daya pikirnya. Untuk mengaktifkan
otaknya, saya selalu menyediakan buku cerita yang ringan untuknya. Karena itu
saya pilihkan buku anak-anak seputar cerita rakyat, cerita nabi-nabi dan fabel…
Alhamdulillah Istri saya menyukainya… Bahkan buang air besar atau kecil menjadi
tak terkontrol dan harus mengenakan popok Maka dari itu saya mengundurkan diri dari
pekerjaan saya dan menjadi seorang penulis seperti sekarang agar tetap bisa
menjaga istri saya dan merawatnya. Sama seperti ia merawat saya dan putri kecil
saya dulu yang kini sudah beranjak dewasa.
Di
sisi lain, kami kesulitan untuk menjelaskan kepada orang-orang di sekitar kami
tentang keadaan istri saya yang sesungguhnya. Sulit meyakinkan bahwa yang istri
saya derita itu penyakit medis, bukan jin jahat, bukan kutukan… Semua itu
berujung pada ketidak mengertian awam tentang penyakit Alzheimer… Bahkan sampai
saat ini saya menduga masih banyak sekali orang yang tidak tahu apa itu
penyakit Alzheimer…
“pah besok aku wisuda
jangan lupa datang yah pah. Aku sore ini nginep dikampus supaya besok gak
kesiangan. Papah jangan lupa datang ya. Bersama mama ya.” Peri kecil kini sudah tumbuh
menjadi seoarang yang cantik dan mirip sekali dengan ibunya. Menjadi seorang
dokter yang sosialis adalah cita-citanya agar bisa menyembuhkan penyakit ibunya
dan menolong orang-orang disekitar. Entah harus memberi kabar seperti apa
kepada peri kecilku yang selalu memberikan senyum tulus yang sangat mirip
dengan senyum ibunya itu. “selamat ya
nak, papah bangga sama kamu. Maaf papa datang telat,ini ada titipan bunga dari
mamah.” Saya memberinya seikat bunga. “Mama
mana pah? Gak ikut? Lagi istirahat ya pasti? Habis ini aku pasti jadi dokter
yang bisa nyembuhin mama pah. Aku juga bakal bantu orang-orang yang ngebutuhin
aku.” Walaupun berat, saya tetap
harus memberitahukan ini kepada peri kecil saya walaupun saya tau ini adalah
hari bahagianya. “mama dek… mama…..”
sambil menggoyang-goyangkan tangan saya, air matanya mulai menetes. Saya sungguh
berat melihatnya menangis seperti ini. “mama
kenapa pah? Kok papah diam?” I “mama
sudah gak ada dek….”
Meskipun
kurang dikenal, faktanya Alzheimer adalah penyakit paling mematikan urutan ke 5
di dunia. Hadirnya diam-diam, berkembangnya pelan namun progresif… terus maju
tanpa bisa dihentikan. Nyata-nyata Alzheimer merupakan silent killer yang tak
boleh dianggap sepi. Tak kurang nyawa mendiang Ronald Reagan dan Winston
Churchil pun direnggutnya.
Alzheimer
telah menggerogoti kemampuan intelektual istri saya, menghancurkan
kepribadiannya, mencabik-cabik emosinya, mencederai harkat kemanusiaannya….juga
terhadap penderita lainnya. Lewat tulisan ini, saya hanya ingin sharing dan
mengajak, mari kita kenali Alzheimer, dan cegah kehadirannya di keluarga kita.
Kita mulai dengan pola hidup dan pola makan sehat. Tetap aktifkan otak dan
fisik secara positif., kembangkan hobi dan komunikasi yang sehat, dan yang
pasti, dekatkan diri pada Sang Khaliq, mohon perlindungannya…
Jangan
sampai kecolongan!
Selamat jalan sayang,kami tetap disini, peri kecil kita telah tumbuh menjadi sosialis seperti yang kau mau. Doa kami akan terus mengalir untukmu, untuk istriku tercinta.... terimakasih sayang, semua yang kau buat begitu indah. Cinta kita sempurna, karna kamu yang menyempurnakannya....
Subscribe to:
Posts (Atom)


