Kadang,
Allah hadirkan beberapa orang ke dalam kehidupan kita
Guna memberikan pelajaran besar.
Kadang,
keberadaan mereka yang padahal cuma sementara dan terhitung sebentar itu,
menorehkan luka cukup dalam.
Mungkin terlalu dalam.
Bahkan tak jarang meninggalkan trauma berkepanjangan.
Aku mungkin berusaha melupakan, namun semua kebohongan-kebohonganmu semakin terkuak melalui orang-orang disekitarku. Yang membuat aku makin tak ingin lagi melihat batang hidungmu tuan.
Kamu adalah orang pertama yang membuatku berhasil sembuh dari luka. Namun kamu juga yang membuatku menjadi tidak pernah percaya kepada siapapun.
Semua itu karena sikapmu sendiri. Jangan salahkan keadaan yang berubah tuan.
Pilihan hidup manusia cuma ada dua.
Menjadi masa lalu atau masa depan seseorang.
Takdirlah yang bekerja pada fase ini.
Acapkali kepergian orang tersebut membekaskan jejak hitam dan memar pada hati yang tak lagi sehat.
Sehingga kita harus benar-benar menghapuskan segala memori tentangnya.
Tentang keberadaan dia dalam hari-hari kita.
Tak mudah memang.
Seringkali,
air mata yang mengering pada buku diary,
menjadi saksi bisu pelajaran hidup.
Acapkali,
Tinta hitam yang tertulis diatas kertas putih tentang betapa sakitnya hati,
menjadi sejarah kelam masa silam.
Kita mencoba melupakan semua.
Agar masa depan dapat sedikit lebih terang.
Agar secercah harapan muncul pada hari-hari baru.
Dan otak sempit ini berpikir bahwa WAKTU adalah penyembuh terbaik dari segala kesakitan yang ada.
Pikiran dangkal ini mengira bahwa WAKTU adalah obat dari kepahitan yang terasa.
Salah!
Setelah aku mengenal Tuhanku.
Setelah aku berusaha menjadi hamba yang tawakal kepadaNya.
Baru aku tahu,
Baru aku sadar,
bahwa DIA adalah obat dari segala.
Rabbku adalah jawaban dari semua.
Penyembuh terbaik dari luka hati bukanlah berapa panjangnya waktu belajar ilmu IKHLAS,
Bukan pula berapa lama menjadi murid kehidupan dunia,
Namun,
Banyak-banyak mengingat ALLAH sebagai Pencipta dari bumi yang maha luas.
Sembuhkan dirimu,
sembuhkan segala kesakitan jiwamu,
dengan mendekatkan raga serta
menundukkan akal dan pikiran,
pada kuasa Allah Ta'alaa.
Wednesday, February 17, 2016
Thursday, January 28, 2016
SENDIRIAN TAK SELALU KESEPIAN
Sehabis hujan sore ini, aku kembali membaca ulang percakapan kita, saat aku dan kamu masih menjadi dua manusia yang bisa dibilang punya kecocokan juga kesamaan. Aku tertawa walaupun diam-diam hatiku teriris mengingat bahwa hal-hal manis ini tak mungkin terjadi lagi. Tak mungkin lagi aku berharap bahwa kamu akan berubah jadi pria yang dulu begitu kukenal, yang kehadiran selalu sulit kuduga, dan yang diam-diam membuatkanku roti telur; untuk sarapan pagiku. Kenyataan yang harus kuterima, kamu bukan lagi pria yang dulu sangat kucinta, kamu berubah jadi orang asing, yang mungkin tak mau tahu lagi kenangan-kenangan kita dulu.
Rasanya aku masih mengingat sapaanmu ketika pertama kali kita berjumpa. Aku masih mengingat wajah lonjongmu, mata besarmu yang indah dibalut kelopak mata yang lebar, hidung yang cukup mancung, bibir tipis melengkung sempurna yang aku biarkan terus berkata meskipun kadang aku tak memahami pikiranmu yang terlalu bebas. Aku masih ingat betapa suara beratmu merasuk masuk ke telingaku, membisikan melodi cinta yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Aku masih menyimpan memori ketika kamu memakai kemeja biru, kulit coklatmu, dan banyak hal lain yang jika semakin kuingat, semakin membuat dadaku sakit. Aku tak sadar mengapa perkenalan yang tidak sengaja ini sukses membuatku berharap terlalu jauh pada sosok terlalu sempurna sepertimu.
Bagiku kesempurnaanmu adalah beban sangat berat untuk gadis seusiaku. Aku hanya perempuan biasa, kuliah di jurusan yang sangat sederhana, prestasiku tak seberapa, hobiku hanya menulis dan bermimpi, hanya itu yang bisa aku lakukan. Kamu? Dan, kamu? Kamu adalah pria luar biasa, yang diceritakan begitu sempurna dalam film dan rangkaian peristiwa drama, kamu menari, bergerak, berjalan dengan anggun; sementara aku hanya gadis lugu yang hanya berani menatapmu dari jauh dan berharap bahwa pertemuan pertama kita adalah mimpi yang akan terus berlanjut. Aku berharap tidak pernah bangun, berharap tak ada orang yang menyadarkanku bahwa mendekatimu adalah sebuah khayalan yang terlalu tinggi.
Dan, ternyata kamu memang tak sejauh matahari, kamu bukanlah sebuah ilusi. Aku semakin jatuh cinta padamu, pada suatu malam ketika kamu pertama mengajakku makan berdua bersama, di Kantin Universitas Negeri yang menjadi kampus tempat kami menuntut ilmu. Itu adalah pertemuan pertama kita, kita sering sekali bertatap muka tapi kita jarang sekali pergi berdua , namun kamu menghadirkan kenangan yang tak akan pernah bisa kulupakan hanya dalam waktu singkat. Aku tak pernah paham apa yang membuatmu kini menjauh, aku tak tahu mengapa kau lebih percaya cerita mereka daripada pengakuanku, kamu hanya bosan denganku, atau bahkan ada bagian dariku yang tak bisa kamu terima sejak awal? Hingga kamu rubah semua yang telah kamu lakukan menjadi tak separti yang biasa kau lakukan. Banyak kebohongan kecil yang sebenarnya aku tau, tapi aku pura-pura tak mengerti. Aku hanya ingin kita tetap baik-baik saja. Aku tak tahu mengapa hubungan yang awalnya kukira hanya main-main ini ternyata menimbulkan luka yang luar biasa dalam bagiku.
Bagiku, tak akan ada yang bisa menyembuhkan luka lamaku. Namun kau hadir dengan sejuta harapan, dan kini kau lukai aku, dengan cara manismu.
Bagiku, tak akan ada yang bisa menyembuhkan luka lamaku. Namun kau hadir dengan sejuta harapan, dan kini kau lukai aku, dengan cara manismu.
Terlalu cepat jika semua harus berakhir. Terlalu cepat jika aku harus kembali bersedih karena kehilangan kamu. Aku sedang di puncak sayang-sayangnya sama kamu, sementara kamu mendorongku dari atas sana, membiarkanku terjerambab, terjatuh sendirian, dan kamu tertawa seakan tidak melakukan kesalahan. Ini terlalu cepat, Batu Karangku. Perempuan yang selalu kamu sebut dengan Laut ini masih ingin memperjuangkan dan mengusahakanmu, tapi mengapa semalam kau bilang hal yang lain? Hal yang tak pernah aku harapkan untuk kau ucapkan. Mungkin, ini tidak akan pernah adil untukku, namun apa yang bisa aku tuntut? Kita tak punya status apapun, menangispun rasanya tak akan membuat kita kembali seperti dulu.
Aku tidak membencimu. Aku cuma benci hari-hari tanpamu. Aku tidak akan pernah menyesal pernah mengenalmu. Aku hanya menyesal mengapa dulu saat kau tawarkan kedekatan, dan aku terlalu cepat untuk mengulurkan tangan?
Hatiku terluka lagi. Dua kali. Dengan cara yang berbeda.
Dulu kesetiaan, sekarang?
Ada sedih yang tak bisa dijelaskan.
Hatiku terluka lagi. Dua kali. Dengan cara yang berbeda.
Dulu kesetiaan, sekarang?
Ada sedih yang tak bisa dijelaskan.
Dari Lautmu, yang tenang, diam,
tapi selalu mendoakanmu.
Monday, June 22, 2015
Kamu tidak akan pernah tahu rasanya
Harusnya aku memang tak perlu menghubungimu lagi, jika hanya untuk
bertengkar dan memperdebatkan hal-hal tolol yang membuatku memutuskan
pergi. Harusnya tak perlu aku membantumu lagi, jika hanya untuk kamu
sakiti untuk yang kedua kali. Harusnya sudah sejak dulu kita berpisah,
sehingga aku tak merasa terluka sedalam ini.
Kamu menawarkan banyak hal yang seharusnya aku tolak. Aku kira, aku sekuat baja, ternyata aku hanya Hawa yang tertipu dengan bisikan ular berbisa. Kamu hanya orang biasa, tidak punya apa-apa, tak ketemukan sisi menarik dari dirimu. Bodohnya, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, perasaan itu pun masih sama meskipun aku berusaha sekuat mungkin untuk menghindarimu.
Sekarang, aku merasa menjadi gadis paling tolol yang tiba-tiba lemah karena tersakiti cinta. Kamu pergi justru di saat aku berharap semua mimpi kita bisa menjadi nyata. Aku kira kamu berbeda dan di otakku telah muncul banyak khayalan yang suatu saat bisa kita abadikan. Telah tergambar jelas bagaimana kelak kita bisa masuk masjid bersama, merapal doa yang sama, dan mengucapkan Doa secara bersama. Aku telah membangun semua mimpi itu meskipun kamu tidak pernah tahu, tapi tiba-tiba kamu remukan semua, kamu hancurkan tanpa pikir panjang, dan kamu meninggalkanku seperti tak terjadi apapun.
Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku. Jadi orang yang sulit untuk bernapas karena tidak tahu kabarmu. Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi perempuan yang diam-diam menangisimu ketika membaca seluruh pesan singkat kita dulu. Kamu tak akan pernah tahu rasanya jadi orang paling menderita karena merasa dibohongi sejauh ini. Kamu tidak akan pernah tahu dan otak bodohmu itu juga tak akan pernah paham. Perasaan dan hatimu yang telah mati tak akan mungkin mengerti.
Iya, aku yang bodoh, semua salahku, selalu salahku. Aku tidak bisa melupakan berisiknya suara sepeda motormu, kendaraan yang selalu mampir kerumahku kala aku kesepian sendiri di rumah. Sepeda motormu yang mengantarku pulang hingga depan pagar rumah. Aku tidak bisa lupa caramu memandangku dari kaca spion, bagaimana matamu melirikku dengan ramah. Aku tidak bisa melupakan pelukmu, yang selalu kuanggap rumah untuk pulang. Aku tidak bisa melupakan leluconmu yang sebenarnya tak lucu, namun karena aku sangat mencintaimu, sebisa mungkin aku berusaha tertawa. Aku tidak bisa lupa bagaimana tawamu bisa benar-benar membuatku merasa lega dan tenang. Aku tidak bisa melupakan dialek anehmu saat berbicara, gaya bicaramu yang selalu membuatku rindu. Aku tidak bisa melupakan genggaman erat jemarimu yang entah bagaimana bisa seketika menenangkanku. Aku tidak bisa berhenti untuk menatap pagar rumah, berharap kamu tiba-tiba ada di situ, membawakanku selusin senyuman dan sepotong pelukan.
Aku ini gadis bodoh yang hobinya cuma menangis, bermimpi, menulis, lalu tak pernah tahu apa yang harus aku lakukan jika hatiku sedang sangat remuk seperti ini. Aku tak tahu apa arti dari semua ini. Apa arti hubungan kita yang berjalan hanya sesaat ini. Apa arti kebohonganmu yang sebenarnya tak bisa dimaafkan tapi selalu berusaha aku maafkan. Aku tak mengerti mengapa sekarang kita masih berkabaran, namun status hubungan kita penuh "ketidakjelasan" tetapi bertingkah seperti berpasangan?
Aku tak mengerti mengapa pria bodoh sepertimu bisa membuatmu merasa gadis paling gila di dunia. Kamu membuat duniaku jungkir balik, pernapasanku selalu sesak karena lelah menangis, dan mataku selalu kabut karena penuh mendung. Kamu mengubah duniaku jadi berbeda. Aku sudah terbiasa denganmu. Terbiasa dengan pesan singkatmu, terbiasa dengan sapaanmu di ujung telepon, terbiasa dengan pelukmu, terbiasa dengan suara sepeda motormu, terbiasa dengan hadirmu, terbiasa dengan kita. Bagaimana mungkin kamu dan aku, yang sempat menjadi kita, harus kembali berpisah lagi menjadi aku dan kamu, sedangkan aku sangat nyaman menjadi kita?
Kamu tentu tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku. Rasanya jadi gadis yang selalu menatap ponsel hanya karena menunggu kabar darimu. Kamu tak tahu rasanya jadi wanita yang tak tahu apa-apa, namun tiba-tiba dunianya jadi dibikin berbeda karena kehadiranmu. Kamu tak akan pernah tahu rasanya jadi aku-- yang selalu menunggumu pulang.
Ada banyak mimpi yang belum terwujud bersamamu. Salah satunya adalah aku ingin memelukmu semalaman, tak perlu ada percakapan, memelukmu sudah lebih dari cukup. Aku ingin mendengar degup jantungmu, merasakan degup cinta seperti apa yang ada di dadamu. Jika sudah mewujudkan mimpi yang satu itu, silakan kalau kamu mau pergi. Pergilah,dengan duniamu yang kau anggap paling menarik :)
-Dwitasari-
Saturday, June 13, 2015
Untuk Lelaki yang Hatinya Kupinjam Kemarin Dulu
Akihirnya aku memberanikan diri untuk bertemu denganmu lagi. Setelah 3 kali penolakan, rasanya kali ini kau patut ku berikan kesempatan. Bukan karena gengsi atau jual mahal, tapi hati ini memang kehilangan keberanian untuk memulai lagi sebuah hubungan.
Aku senang, kamu berbeda dengan mereka. Mereka yang selalu terburu-buru seakan dikejar waktu. Kau tahu persis kapan harus diam dan kapan harus bertanya mengenai masa laluku.
Mungkin, banyak yang sudah kau dengar dari mereka tentang siapa aku, mulai dari julukan perempuan jutek, perempuan sok jual mahal, sampai dengan ice queen karena lebih memilih untuk tidak berkawan dengan siapapun karena sering sekali aku menerima pengkhianatan dari temanku sendiri, kecuali seorang teman perempuan. Dan hari ini semua pertanyaanmu terjawab, bukan?
Bahwa aku membangun tembok setinggi mungkin dari laki-laki yang menjadikanku bahan taruhan, hanya demi kepuasan dan pembuktian bahwa aku dapat mereka jinakkan. Mungkin, mereka pikir aku bom atau hewan liar yang ada di hutan.
Biasanya, aku sebal dengan laki-laki yang hobi ngaret, aku tidak pernah suka laki-laki yang banyak bicara, dan wangi parfummu yang memenuhi setiap jengkal saluran pernapasan. Namun, entah mengapa, semua menjadi tidak penting lagi saat kau memberikan jaket hangatmu ketika aku sibuk meminta pembalut terhadap teman-temanku.
Aku suka saat kau memperlambat laju kendaraanmu hanya untuk mendengarkanku berceloteh ria, ketika aku berisik sekali untuk menyuruhmu memakai slayer agar tak terkena debu. Begitu juga saat kamu lupa membawa jas hujan dan lalu memakai jas hujan plastik yang sangat berisik dan aku kau suruh memegangnya sepanjang perjalanan. Entah itu dengan kesengajaan atau tidak, aku tidak mengerti....
Sepanjang perjalanan, aku mempertimbangkan, apakah waktu yang akan kita habiskan menjadi sebuah keharusan. Kalau saja mendadak aku mati bosan, seribu satu alasan sudah ku persiapkan untuk membatalkannya. Karena sudah beberapa kali aku membatalkan janji denganmu diwaktu kamu sudah didepan rumahku dan kamu menunggu selama 2 jam lamanya dengan pintu tertutup.
"kamu seperti cumi goreng tepung ini, ya."
"maksudmu? Bulat-bulat gendut ya?"
"bukan, kamu garing!"
Masih ingat saat itu kita tertawa? sepotong capit kepiting terbang bebas dari tanganmu dan mendarat sukses ditengah meja.
Tidak perlu banyak kata karena mata berbicara atas nama semua rasa.
Malam itu menyenangkan, seperti bulan yang mengintip diam-diam saat kita duduk bersebelahan.
Semoga kali ini benar berbeda.
Sejak malam itu, aku lebih merasa mengenal diriku sendiri. Terimakasih untuk 5 hal ternyata yang baru ku tahu jawabannya.
Ternyata, mencoba hal baru tidak semenakutkan yang ku kira.
Ternyata, ditanganmu kepiting bisa terbang.
Ternyata, masih ada yang sanggup bertahan untuk memanjat tingginya tembok yang ku bangun kemarin dulu.
Ternyata, restoran seafood bukan ide yang bagus untuk dijadikan pilihan saat kencan, susah mau pegangan tangan? mungkin . . . .
Ternyata, bahumu empuk seperti potongan cumi goreng yang kita perebutkan.
Meskipun garing tidak mengapa, kamu sederhana tidak seperti mereka yang sebelumnya menjejaliku dengan mimpi yang itu-itu saja...
Karena rasa mampu menerkam cerita, dan setiap cerita mempunyai rasa.....
-RASA CINTA-
Mencecap Cerita di Setiap Rasa
Aku senang, kamu berbeda dengan mereka. Mereka yang selalu terburu-buru seakan dikejar waktu. Kau tahu persis kapan harus diam dan kapan harus bertanya mengenai masa laluku.
Mungkin, banyak yang sudah kau dengar dari mereka tentang siapa aku, mulai dari julukan perempuan jutek, perempuan sok jual mahal, sampai dengan ice queen karena lebih memilih untuk tidak berkawan dengan siapapun karena sering sekali aku menerima pengkhianatan dari temanku sendiri, kecuali seorang teman perempuan. Dan hari ini semua pertanyaanmu terjawab, bukan?
Bahwa aku membangun tembok setinggi mungkin dari laki-laki yang menjadikanku bahan taruhan, hanya demi kepuasan dan pembuktian bahwa aku dapat mereka jinakkan. Mungkin, mereka pikir aku bom atau hewan liar yang ada di hutan.
Biasanya, aku sebal dengan laki-laki yang hobi ngaret, aku tidak pernah suka laki-laki yang banyak bicara, dan wangi parfummu yang memenuhi setiap jengkal saluran pernapasan. Namun, entah mengapa, semua menjadi tidak penting lagi saat kau memberikan jaket hangatmu ketika aku sibuk meminta pembalut terhadap teman-temanku.
Aku suka saat kau memperlambat laju kendaraanmu hanya untuk mendengarkanku berceloteh ria, ketika aku berisik sekali untuk menyuruhmu memakai slayer agar tak terkena debu. Begitu juga saat kamu lupa membawa jas hujan dan lalu memakai jas hujan plastik yang sangat berisik dan aku kau suruh memegangnya sepanjang perjalanan. Entah itu dengan kesengajaan atau tidak, aku tidak mengerti....
Sepanjang perjalanan, aku mempertimbangkan, apakah waktu yang akan kita habiskan menjadi sebuah keharusan. Kalau saja mendadak aku mati bosan, seribu satu alasan sudah ku persiapkan untuk membatalkannya. Karena sudah beberapa kali aku membatalkan janji denganmu diwaktu kamu sudah didepan rumahku dan kamu menunggu selama 2 jam lamanya dengan pintu tertutup.
"kamu seperti cumi goreng tepung ini, ya."
"maksudmu? Bulat-bulat gendut ya?"
"bukan, kamu garing!"
Masih ingat saat itu kita tertawa? sepotong capit kepiting terbang bebas dari tanganmu dan mendarat sukses ditengah meja.
Tidak perlu banyak kata karena mata berbicara atas nama semua rasa.
Malam itu menyenangkan, seperti bulan yang mengintip diam-diam saat kita duduk bersebelahan.
Semoga kali ini benar berbeda.
Sejak malam itu, aku lebih merasa mengenal diriku sendiri. Terimakasih untuk 5 hal ternyata yang baru ku tahu jawabannya.
Ternyata, mencoba hal baru tidak semenakutkan yang ku kira.
Ternyata, ditanganmu kepiting bisa terbang.
Ternyata, masih ada yang sanggup bertahan untuk memanjat tingginya tembok yang ku bangun kemarin dulu.
Ternyata, restoran seafood bukan ide yang bagus untuk dijadikan pilihan saat kencan, susah mau pegangan tangan? mungkin . . . .
Ternyata, bahumu empuk seperti potongan cumi goreng yang kita perebutkan.
Meskipun garing tidak mengapa, kamu sederhana tidak seperti mereka yang sebelumnya menjejaliku dengan mimpi yang itu-itu saja...
Karena rasa mampu menerkam cerita, dan setiap cerita mempunyai rasa.....
-RASA CINTA-
Mencecap Cerita di Setiap Rasa
Saturday, June 6, 2015
Cinta Pertama dalam Hidupku Hadir dari Waktu yang Tidak Mungkin lagi Kita Bertemu
Kini kita dipertemukan kembali. Aku dan kamu menjadi lebih dekat dari orang yang biasa, lalu menjadi orang istimewa.
Bahagia.
Ya, aku bahagia.
Tapi aku takut, karena aku ingin bahagia selamanya.
Jika ini hanya mimpi, jangan bangunkan aku! Biarkan aku terlelap dalam khayalan cerita yang disusun begitu indah dan rapi. Aku ingin menikmati setiap detik di dekatmu dan meratapi setiap detik kejauhan kita.
Ini tidak direncanakan.
Kini, kita jauh terpisah diantara hiruk pikuk musik disekitarku.
Dulu, aku menikmati malam dengan pesta pora seperti ini. Sekarang, aku hanya rebah dikasurku, membayangkan apa yang sedang kamu lakukan tanpaku, disampingmu.
Aku rindu, senyuman manis yang menyipitkan matamu.
Kamu menyuruhku menikmati hari ini. Tetapi entah mengapa, aku memilih mencari aman. Karena aku juga ingin sebaliknya, kamu merasa aman, sehingga kepercayaan diantara kita semakin kuat.
Aku tidak ingin mengecewakanmu karena aku tidak ingin dikecewakan.
Aku pernah merasakan kegagalan dan aku bangkit. Lalu aku merasakan jatuh lagi sehingga aku pun pernah merasa berada dititik dimana aku mati rasa dan hanya menjalani hari demi hari seperti itu itu saja.
Kini aku kembali bangkit dan cukup.
Cukup sampai disini.
***
Ketika seseorang pernah merasakan cinta, lalu orang itu pernah gagal, pada umumnya akan ada luka yang membekas, sehingga sulit untuk kembali seperti dulu.
Aku tidak butuh ribuan teman, atau apapun itu, karena aku hanya butuh satu kamu dihidupku.
Sekarang, aku kembali mencinta dan aku tak akan membiarkan hatiku dirampas lagi. Tolong dijaga!
Sekarang, semua ini adalah nyata.
Aku takut.
Aku takut, ketakutan akan kehilanganmu menjadi bumerang yang akan membuatku benar-benar kehilanganmu.
Ceritakan padaku
Ceritakan padaku semuanya
Aku ingin memahamimu lebih dalam
Ceritakan padaku, masa lalumu.
Aku ingin melihat perubahan
Ceritakan padaku, kebahagiaan dan kesedihanmu.
Aku ingin ada dalam cerita-cerita indahmu,dimasa depan untuk selamanya
Walaupun ini semua berlangsung begitu cepat, aku tahu kita berdua sudah menunggu waktu lama untuk bisa bersama dalam waktu yang bertahun-tahun lamanya. Hanya saja, kondisi dan situasi belum memberikan izin kita untuk bersama.
Karena yang terpenting bukan apa yang bisa kamu miliki, tetapi bagaimana kamu bahagia bersama apa yang kamu miliki. Tidak peduli berapa kali aku akan terlahir kembali dan bertemu denganmu, tidak peduli dimana dan bagaimana kelak kita akan berjumpa, aku akan selalu jatuh cinta kepadamu. Lagi. Dan lagi.
Kamu masih ingat cinta pertamamu?
Aku masih.
Dan cinta pertama dalam hidupku hadir dari waktu yang tidak mungkin lagi kita bertemu.
Dan tolong jangan pernah ucapkan kata rindu kepadaku.
Bahagia.
Ya, aku bahagia.
Tapi aku takut, karena aku ingin bahagia selamanya.
Jika ini hanya mimpi, jangan bangunkan aku! Biarkan aku terlelap dalam khayalan cerita yang disusun begitu indah dan rapi. Aku ingin menikmati setiap detik di dekatmu dan meratapi setiap detik kejauhan kita.
Ini tidak direncanakan.
Kini, kita jauh terpisah diantara hiruk pikuk musik disekitarku.
Dulu, aku menikmati malam dengan pesta pora seperti ini. Sekarang, aku hanya rebah dikasurku, membayangkan apa yang sedang kamu lakukan tanpaku, disampingmu.
Aku rindu, senyuman manis yang menyipitkan matamu.
Kamu menyuruhku menikmati hari ini. Tetapi entah mengapa, aku memilih mencari aman. Karena aku juga ingin sebaliknya, kamu merasa aman, sehingga kepercayaan diantara kita semakin kuat.
Aku tidak ingin mengecewakanmu karena aku tidak ingin dikecewakan.
Aku pernah merasakan kegagalan dan aku bangkit. Lalu aku merasakan jatuh lagi sehingga aku pun pernah merasa berada dititik dimana aku mati rasa dan hanya menjalani hari demi hari seperti itu itu saja.
Kini aku kembali bangkit dan cukup.
Cukup sampai disini.
***
Ketika seseorang pernah merasakan cinta, lalu orang itu pernah gagal, pada umumnya akan ada luka yang membekas, sehingga sulit untuk kembali seperti dulu.
Aku tidak butuh ribuan teman, atau apapun itu, karena aku hanya butuh satu kamu dihidupku.
Sekarang, aku kembali mencinta dan aku tak akan membiarkan hatiku dirampas lagi. Tolong dijaga!
Sekarang, semua ini adalah nyata.
Aku takut.
Aku takut, ketakutan akan kehilanganmu menjadi bumerang yang akan membuatku benar-benar kehilanganmu.
Ceritakan padaku
Ceritakan padaku semuanya
Aku ingin memahamimu lebih dalam
Ceritakan padaku, masa lalumu.
Aku ingin melihat perubahan
Ceritakan padaku, kebahagiaan dan kesedihanmu.
Aku ingin ada dalam cerita-cerita indahmu,dimasa depan untuk selamanya
Walaupun ini semua berlangsung begitu cepat, aku tahu kita berdua sudah menunggu waktu lama untuk bisa bersama dalam waktu yang bertahun-tahun lamanya. Hanya saja, kondisi dan situasi belum memberikan izin kita untuk bersama.
Karena yang terpenting bukan apa yang bisa kamu miliki, tetapi bagaimana kamu bahagia bersama apa yang kamu miliki. Tidak peduli berapa kali aku akan terlahir kembali dan bertemu denganmu, tidak peduli dimana dan bagaimana kelak kita akan berjumpa, aku akan selalu jatuh cinta kepadamu. Lagi. Dan lagi.
Kamu masih ingat cinta pertamamu?
Aku masih.
Dan cinta pertama dalam hidupku hadir dari waktu yang tidak mungkin lagi kita bertemu.
Dan tolong jangan pernah ucapkan kata rindu kepadaku.
Saturday, February 14, 2015
Alzheimer Telah Menghancurkan Istriku
(Cerita Fiksi)
Menjadi seseorang yang bertempat dimana dia tak harus bertempat memang sangat menyakitkan. Sedih? Marah? Kecewa pun tak ada gunanya. Sudah tidak usah heran, hidupku memang sudah ditakdirkan seperti ini. Apa lagi pekerjaan saya sekarang adalah penulis di salah satu majalah remaja. Kadang yang saya tulis adalah hal-hal yang saya rasakan dan saya lihat disekitar. Sangat sudah biasa saat tulisan saya dicerca maupun ditertawakan. Tapi saya menjadi best penulis setelah setahun bekerja menjadi tim penulis majalah remaja itu. Tulisan saya, postingan saya, bahkan status yang selalu saya buat selalu mendapat love atau pujian dari pembaca setia. Pekerjaan yang sekarang saya geluti sangatlah mudah karena saya bisa melakukan pekerjaan ini dirumah. Setiap waktu,saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini.
Menjadi seseorang yang bertempat dimana dia tak harus bertempat memang sangat menyakitkan. Sedih? Marah? Kecewa pun tak ada gunanya. Sudah tidak usah heran, hidupku memang sudah ditakdirkan seperti ini. Apa lagi pekerjaan saya sekarang adalah penulis di salah satu majalah remaja. Kadang yang saya tulis adalah hal-hal yang saya rasakan dan saya lihat disekitar. Sangat sudah biasa saat tulisan saya dicerca maupun ditertawakan. Tapi saya menjadi best penulis setelah setahun bekerja menjadi tim penulis majalah remaja itu. Tulisan saya, postingan saya, bahkan status yang selalu saya buat selalu mendapat love atau pujian dari pembaca setia. Pekerjaan yang sekarang saya geluti sangatlah mudah karena saya bisa melakukan pekerjaan ini dirumah. Setiap waktu,saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini.
Dahulu,sebelum
saya terjun ke dunia tulis menulis ini saya bekerja di sebuah perusahaan minyak
bagian Accounting. Ya, saya sangat suka sekali pada hitung menghitung dan
angka-angka yang terdapat pada setiap laporan keuangan yang saya buat. Untuk
masuk ke dunia perhitungan sangatlah mudah. Karena keluarga saya memang pandai
menghitung dan mendalami di dunia yang sama, Accounting. Setiap orang yang mendengar kata itu pasti memandang
pekerjaan itu adalah salah satu pekerjaan yang banyak menanggung dosa. Kata
orang, pekerjaan ini menuntut orang didalamnya menjadi tidak jujur. Di dunia
inilah aku bertemu pada istriku yang sangat sempurna menurut pandanganku.
Suatu
pagi di hari libur yang cerah, saya dan almarhumah Istri saya (saat itu 52
tahun) sedang duduk santai di teras. Kami duduk dalam ketenangan. Tiba-tba -
sambil memperhatikan jari-jari kaki saya - Ia berucap “Jari kakimu kok kurang satu?”
. Sesungguhnya saya tidak cacat. Jari saya jumlahnya normal, lima di kiri dan
lima di kanan. Maka saya bilang ke Istri saya : “Jari ku normal sayang, jumlahnya sama seperti punya mu…”
Tapi Ia bersikeras : “Tidak,
jarimu kurang satu…!” Saya bersabar, tapi tidak mau mengalah juga :
“Sama sayangkuu, coba kita
hitung yuk”. Lalu saya mulai menghitung jari kaki istri saya ” satu dua tiga empat lima…”
masing-masing di kaki kiri dan kanan. Istri saja menyimak. Setelah itu, saya
beralih ke kaki saya sendiri “Sekarang
ganti kakiku ya… satu dua tiga empat lima…sama kan…”. Ternyata
istri saya masih keukeuh “Tadi
nggak segitu…”. Lalu istri saya cemberut… Ekspresi wajahnya seperti
anak kecil yang ketahuan salah tapi tidak mau disalahkan…
Memang
sejak kami dibangku kuliah kejala ini sering saya dapati pada dirinya. Sejak
dibangku kuliah ia sering sekali lupa menaruh dimana kacamatanya. Padahal,
kacamata itu sedang ia gunakan dikepalanya. Teman-temannya pun hanya
menertawakannya saja karena ia adalah orang yang humoris dan pandai sekali
dekat dengan seseorang. Ia sering sekali terlambat masuk ke kelas karena lupa
jika ke esokan harinya adalah kelas pagi. Ia pun sedikit lama untuk mengambil
keputusan dibandingkan teman-temannya yang lain.
Istri
saya bukan orang yang buta angka. Malah bisa dibilang waktu mudanya ahli
hitung-hitungan, karena ia adalah kepala rumah sakit bagian Accounting. Jadi aneh kan, kalau ia
sampai salah untuk urusan hitung-hitungan yang sesepele itu? Kejadian itu hanya
salah satu dari serentetan perilaku “aneh” Istri saya. Ya, Istri saya mengalami
demensia (kepikunan), tapi bukan pikun biasa. Istri saya menderita Alzheimer.
Sudah
cukup lama memang tidak bertemu dengan istri saya sedari perkuliahan yang kita
jalani bersama. Dulu kami adalah teman satu kampus, bahkan kami satu kelas. Ya,
tentu saja dikelas Accounting. Yang saya tahu, ia dahulu sangat sering mengeluh
karena dia merasa terjebak pada dunia yang harusnya tidak ia tekuni. “Kayanya aku mau pindah jurusan aja. Aku
lama untuk berhitung.” “aku gak bisa kerjain ini.” “aku sebel udah itung
panjang malah buyar semua.” “ ini kok ga balance terus sih salah kali ya yang
buat soal.” “capek banget rasanya.” Itulah kalimat yang keluar dari
mulutnya saat lelah sedang ia rasakan. Yang saya tahu, istri saya sangatlah
mencintai tentang kehidupan social. Karena dia sudah terjebak didalam dunia
yang ia rasa tidak sejalan dengan pemikirannya, maka ia pun mulai menyatukan
pikirannya dan sifat sosialnya. Saat ia mendapakan nilai yang mengecewakan, ia
selalu berkata “siapa bilang akuntan gak
bisa jadi kaya sosialis yang bantu orang-orang seperti dokter? Aku buktikan ya,
nanti aku juga bisa jadi akuntan yang sosialis ” Saya sangat suka dengan caranya menyemangati
dirinya sendiri. Kami pun kadang sangat suka sekali berdebat jika hasil laporan
keuangan kami berbeda. Saling mendiamkan, lalu saling mencari jika membuat
laporan keuangan kembali. Lucunya, kami tidak menyadari bahwa saat itu kami
telah berkepala dua tetapi masih bertingkah seperti anak ABG labil yang baru
masuk SMA.
Angan
yang terpendam akan terwujud, cita-cita yang tinggi akan tergapai dengan usaha,
keriangan, dan kesungguhan. Tiga tahun ini tak pernah saya melihat lagi seorang
wanita yang selalu bersemangat itu. Kita terpisahkan oleh waktu yang terus
berjalan. Terpisahkan oleh detak-detik jarum jam yang tak pernah berhenti
berputar. Tapi kami dipertemukan lagi di salah satu ruangan hetic di mana kami
saling membutuhkan. Saya melihat ia sedang memarahi salah seorang perawat
karena memperumit pasien yang harus ditolong nyawanya terlebih dahulu.
Mengajari tentang pembukuan pada salah seorang perawat yang berjaga di loket
pembayaran. Ia pun mengajari bahwa setiap pasien yang masuk tak usah
mempedulikan uang yang mereka punya, tetapi pedulikan dahulu keselamatan pasien
itu. Sejak saat itulah kami menjalankan hubungan yang lebih serius dan
melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Sebelum
kami memperserius hubungan kami, banyak laki-laki yang membuat saya mender jika
ingin mendekatinya. Maka, saya pun hanya bisa menjadi sahabat baiknya dikala
duduk dibangku kuliah. Yang terpenting, melihat senyum tulusnya setiap hari
membuat saya bahagia. Dekat dengannya, rasa nyaman pun selalu ada. Dia berbeda
dia tak sama dengan wanita lainnya. Di saat masa remaja orang lain dihabiskan
untuk saling mengenal atau berpacaran, ia lebih memilih berkutat dengan
sibuknya. Sedari kuliah ia giat mencari uang untuk tambahan biaya kuliahnya. Ia
juga sangat menggemari dunia olahraga. Salah satu hobby nya pun menjelajah
gunung dan bela diri. Karena sifatnya yang cuek tak memperdulikan laki-laki
yang mendekatinya, maka dari itu kami saling mengenal lebih dalam dari sebuah
persahabatan.
Detak
jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu. Dalam lembaran penuh warna
kehidupan. Darinya, saya belajar bahwa semangat dapat mengubah segalanya yang
tak mungkin pun akan menjadi mungkin. Yang tadinya omongannya tak dipedulikan, menjadi
seseorang yang omongannya sangat didengarkan. Darinya, saya mendapatkan banyak
inspirasi. Darinya pun, saya belajar menulis…ia sangat menyayangiku, sangat
menghormati aku sebagai suaminya. Ia tak pernah melupakan tugasnya sebagai
istri dan juga seorang akuntan disebuah rumah sakit.
Dan
darinya, saya mendapatkan seorang putri kecil yang sangat cantik. Mirip
dengannya, peri kecil ini selalu menjadi penolong bagi orang-orang disekitarnya
termasuk saya, ayahnya.
Penyakit
Alzheimer adalah jenis demensia paling umum yang awalnya ditandai oleh
melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan,
penalaran, persepsi, dan berbahasa. Pada penderita Alzheimer, gejala berkembang
secara perlahan-lahan seiring waktu. Penyakit Alzheimer rentan diidap oleh
orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun dan sebanyak 16 persen diidap
oleh mereka yang usianya di atas 80 tahun. Meski begitu, penyakit yang
menjangkiti lebih banyak wanita ketimbang laki-laki ini juga dapat dialami oleh
orang-orang yang berusia antara 40 hingga 65 tahun. Diperkirakan sebanyak 5
persen penderita Alzheimer terjadi pada kisaran usia tersebut.
Lalu
apa tanda-tanda penyakit Alzaimer? Awalnya, Istri saya hanya menunjukkan
gejala-gejala lupa biasa, tapi makin lama makin sering lupa. Lupa menaruh
sesuatu, lupa mengambil sesuatu, lupa mau mengatakan apa, bahkan sampai salah
menyebut nama. Seperti kata orang, lupa “bawaan tua”. Namun seiring waktu
kejalanya meningkat. Saya dan istri saya membiasakan untuk solat subuh
berjamaah, namun rukun solat dan wudhu pun ia semakin kacau, diulang-ulang atau
terbalik-balik. Lalu makan dan berpakaian saja harus dipandu. Sebelum penyakitnya
mulai parah, ia tak pernah lupa menyiapkan pakaian,sepatu dan membenarkan dasi
saya yang salah. Keadaannya semakin memburuk karena emosinya pun berubah drastis.
Ia menjadi mudah tersinggung, mudah marah, gampang bingung, murung, sering
menangis tanpa alasan, dan lebih banyak diam. Karena biasanya apapun yang ia
lakukan,ia selalu bercerita jujur kepada saya. Jika ada sesuatu yang tidak
sesuai dengan kemauannya, atau jika ia mengalami kesulitan mengungkapkan
maksudnya, ia bisa panik,menangis,bahkan histeris. Pernah suatu hari ketika ia
melakukan kesalahan kecil yang tidak ia sengaja, Istri saya berteriak-teriak
dan menangis ketakutan. Memang kacaunya orientasi tempat dan waktu merupakan
salah satu gejala penyakit Alzheimer. Dalam sehari bisa belasan kali istri saya
menyanyakan hari.
Lalu
bagaimana cara berkomunikasi? Sangat sulit. Karena Istri saya pun kesulitan
mengungkapkan maksud dan pikirannya. Seolah banyak sekali yang ingin beliau
katakan. Namun setiap kali kalimatnya terhenti karena tidak menemukan
kata-kata, atau bisa jadi ide di benaknya pun raib.
Selain
sulit berkomunikasi, Istri saya pun hampir lupa identitas kami. Kadang-kadang
istri saya menyebut nama saya dengan nama mantannya dan sering pula mengira
anak kami sebagai adik sepupunya. Beliau tahu bahwa kami adalah orang-orang
yang dikenalnya, yang dekat dengannya, yang disayanginya, yang dirindukannya.
Namun, setiap kali kami musti mengingatkan siapa nama kami. Momen- momen itu
sekaligus saya manfaatkan untuk mengingatkan istri saya tentang angka dan
hitungan, meskipun itu sudah tidak ada faedahnya lagi bagi istri saya… Tapi
setidaknya, saya berusaha membangunkan daya pikirnya. Untuk mengaktifkan
otaknya, saya selalu menyediakan buku cerita yang ringan untuknya. Karena itu
saya pilihkan buku anak-anak seputar cerita rakyat, cerita nabi-nabi dan fabel…
Alhamdulillah Istri saya menyukainya… Bahkan buang air besar atau kecil menjadi
tak terkontrol dan harus mengenakan popok Maka dari itu saya mengundurkan diri dari
pekerjaan saya dan menjadi seorang penulis seperti sekarang agar tetap bisa
menjaga istri saya dan merawatnya. Sama seperti ia merawat saya dan putri kecil
saya dulu yang kini sudah beranjak dewasa.
Di
sisi lain, kami kesulitan untuk menjelaskan kepada orang-orang di sekitar kami
tentang keadaan istri saya yang sesungguhnya. Sulit meyakinkan bahwa yang istri
saya derita itu penyakit medis, bukan jin jahat, bukan kutukan… Semua itu
berujung pada ketidak mengertian awam tentang penyakit Alzheimer… Bahkan sampai
saat ini saya menduga masih banyak sekali orang yang tidak tahu apa itu
penyakit Alzheimer…
“pah besok aku wisuda
jangan lupa datang yah pah. Aku sore ini nginep dikampus supaya besok gak
kesiangan. Papah jangan lupa datang ya. Bersama mama ya.” Peri kecil kini sudah tumbuh
menjadi seoarang yang cantik dan mirip sekali dengan ibunya. Menjadi seorang
dokter yang sosialis adalah cita-citanya agar bisa menyembuhkan penyakit ibunya
dan menolong orang-orang disekitar. Entah harus memberi kabar seperti apa
kepada peri kecilku yang selalu memberikan senyum tulus yang sangat mirip
dengan senyum ibunya itu. “selamat ya
nak, papah bangga sama kamu. Maaf papa datang telat,ini ada titipan bunga dari
mamah.” Saya memberinya seikat bunga. “Mama
mana pah? Gak ikut? Lagi istirahat ya pasti? Habis ini aku pasti jadi dokter
yang bisa nyembuhin mama pah. Aku juga bakal bantu orang-orang yang ngebutuhin
aku.” Walaupun berat, saya tetap
harus memberitahukan ini kepada peri kecil saya walaupun saya tau ini adalah
hari bahagianya. “mama dek… mama…..”
sambil menggoyang-goyangkan tangan saya, air matanya mulai menetes. Saya sungguh
berat melihatnya menangis seperti ini. “mama
kenapa pah? Kok papah diam?” I “mama
sudah gak ada dek….”
Meskipun
kurang dikenal, faktanya Alzheimer adalah penyakit paling mematikan urutan ke 5
di dunia. Hadirnya diam-diam, berkembangnya pelan namun progresif… terus maju
tanpa bisa dihentikan. Nyata-nyata Alzheimer merupakan silent killer yang tak
boleh dianggap sepi. Tak kurang nyawa mendiang Ronald Reagan dan Winston
Churchil pun direnggutnya.
Alzheimer
telah menggerogoti kemampuan intelektual istri saya, menghancurkan
kepribadiannya, mencabik-cabik emosinya, mencederai harkat kemanusiaannya….juga
terhadap penderita lainnya. Lewat tulisan ini, saya hanya ingin sharing dan
mengajak, mari kita kenali Alzheimer, dan cegah kehadirannya di keluarga kita.
Kita mulai dengan pola hidup dan pola makan sehat. Tetap aktifkan otak dan
fisik secara positif., kembangkan hobi dan komunikasi yang sehat, dan yang
pasti, dekatkan diri pada Sang Khaliq, mohon perlindungannya…
Jangan
sampai kecolongan!
Selamat jalan sayang,kami tetap disini, peri kecil kita telah tumbuh menjadi sosialis seperti yang kau mau. Doa kami akan terus mengalir untukmu, untuk istriku tercinta.... terimakasih sayang, semua yang kau buat begitu indah. Cinta kita sempurna, karna kamu yang menyempurnakannya....
Wednesday, December 31, 2014
Kebohongan yang Indah
Sihir. Mama said that’s what love is. Love make everyting
come alive.
Itu dapat mengubah ulat paling jelek sekalipun menjadi kupu-kupu yang paling……. Indah.
Itu dapat mengubah dunia sehingga gak pernah ada gelap,atau sedih,ataupun menyakitkan.
Seeorang yang tidak terduga datang. He’s amazing. He makes everthing better. He makes your smile again. He makes your belive….Dalam sihir kamu selalu diam-diam berharap bahwa semuanya itu benar.
Itu dapat mengubah ulat paling jelek sekalipun menjadi kupu-kupu yang paling……. Indah.
Itu dapat mengubah dunia sehingga gak pernah ada gelap,atau sedih,ataupun menyakitkan.
Tapi cinta tidak cukup kuat untuk menghentikan ibuku dari
mati.
Itu tidak bisa memberikan ayah yang gak pernah kamu miliki. Jadi sekarang kamu
tinggal sendirian di dunia ini.
Tidak ada sihir.
Tapi ketika kamu berpikir,kamu gak akan pernah tau gimana
rasanya sihir itu.
Seeorang yang tidak terduga datang. He’s amazing. He makes everthing better. He makes your smile again. He makes your belive….Dalam sihir kamu selalu diam-diam berharap bahwa semuanya itu benar.
Tapi kemudian semuanya berakhir. Sihirnya telah habis.
Dan semua orang mengatakan kalo sihirnya sudah hilang. Semuanya berakhir.
Dan semua orang mengatakan kalo sihirnya sudah hilang. Semuanya berakhir.
Magic? Love? Gak satupun dari keduanya nyata. You’re so
stupid !
Gimana bisa kamu mengizinkan dirimu sendiri buat percaya?
Padahal yang kamu tau hanya….. kebohongan yang indah?
***
***
Aku gak mau kamu punya penyesalan besar dalam hidupmu. Sama
yang diceritakan ibumu kepadaku,tentang ayahmu. Ayahmu yang rela meninggalkan
pekerjaan yang ia sukai demi kamu dan ibumu. Dia melakukan pekerjaan yang tidak
dia cintai hanya untuk orang yang dia cintai. Kamu dan ibumu. Aku ingin kamu
memanfaatkan setiap kesempatan yang datang kepadamu. Karena hal buruk yang bisa
terjadi adalah…… kamu lebih memilih cinta daripada hidupmu daripada hidup yang
kamu cintai. Dan kamu berakhir dengan membenci kedua hal tersebut.
Ini adalah hal tersulit yang pernah aku rasakan. Cerita ini
sama seperti yang dialami ibuku beberapa tahun silam. Ibuku melepaskan ayahku
demi pekerjaan yang ayahku cintai dan orang yang ayahku lebih cintai. Mungkin…
aku dan ibuku bukan orang yang sangat ia cintai dalam hidupnya. Aku anak dari simpanan ayahku, dan tak boleh ada
seorangpun yang tau. Karena pekerjaan ayahku yang menuntutnya.
Tapi, ibu selalu menguatkanku. Ibuku berkata dia
membiarkannya pergi karena dia mencintainya. Dia ingin ayah meraih mimpinya
untuk menolong orang-orang. Dan dia gak mau kalo kami mengganggu hal tersebut. Dia
berkata kalau itu adalah pengorbananya untuk kami, untuknya, karena kami
mencintainya…
Seluruh hidupku, aku gak pernah bener-bener mengerti hal
tersebut.
Tidak sampai aku melepaskan seseorang yang dahulu, yang meninggalkan ku dengan memilih wanita lain. Dia meninggalkanku dengan patah hati. Tapi itu berbeda dengan dia yang sekarang.
Tidak sampai aku melepaskan seseorang yang dahulu, yang meninggalkan ku dengan memilih wanita lain. Dia meninggalkanku dengan patah hati. Tapi itu berbeda dengan dia yang sekarang.
Aku memang sudah memutuskan untuk tidak bersama tapi bukan berati
hati kita tidak lagi bersama. Kita mungkin saja bertahan lama. Tapi hatiku
tidak hancur.
Faktanya sekarang, hatiku lebih kuat, lebih besar, dan lebih
senang.
****
Setelah beberapa tahun dia kembali dan berkata “aku
mendapatkan semua mimpiku karena kamu melepaskanku. Tapi semua mimpiku akan
lebih berarti jika kamu bersama denganku. Aku masih mencintaimu”.
Aku tidak ingin terulang kembali seperti sihir yang datang
kepadaku kala itu. Aku tidak ingin pernikahanku gagal lagi. Dan kado-kado
pernikahan itu telah menjadi arang yang debunya kini telah hilang entah kemana.
“Tapi jika kita melakukan ini lagi,bagaimana kali ini bisa
berbeda?”
Dia berusaha meyakinkanku dengan segala usahanya selama ini
yang jauh dari ku dan tetap menjaga hatinya untukku.
“aku ingin berpikir dan percaya kalau kali ini, kita akan
lebih baik. Kita lebih dewasa. Kita tau yang lebih baik. Dan kita tau apa
rasanya untuk berpisah satu sama lain. Dan gak peduli kalo semua ini begitu
sulit. Kita gak akan melepaskan satu sama lainnya lagi. Apakah kamu mau menikah
denganku?”
"ya"
"ya"
Dan kini sekarang aku
percaya.
Magic? Love? How could you be so stupid?
How could you allow yourself to belive.... in what you always knew was just a beautiful lie?
Itu bukanlah bohong. Mereka mungkin berbohong kepada kita, tapi cinta yang kita rasakan untuk mereka, cinta yang kita berikan pada mereka, itu benar. That was true. Itulah kenapa kita merasakan sakit yang sangat dalam ketika mencintai dengan sebuah ketulusan.
Magic? Love? How could you be so stupid?
How could you allow yourself to belive.... in what you always knew was just a beautiful lie?
Itu bukanlah bohong. Mereka mungkin berbohong kepada kita, tapi cinta yang kita rasakan untuk mereka, cinta yang kita berikan pada mereka, itu benar. That was true. Itulah kenapa kita merasakan sakit yang sangat dalam ketika mencintai dengan sebuah ketulusan.
Ketulusan yang diberikan dari hati yang paling dalam dan
mengorbankan berbagai harapan besar.
Dan itulah mengapa kita belajar untuk menghargai yang
berikutnya, yang datang pada kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)


