Monday, January 20, 2014

Ayah



Suatu ketika, ada seorang anak perempuan bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.


Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran.

 Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.”
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.


Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar – benar
bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.”
Hanya itu jawaban Sang Bunda.


Anak perempuan itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi
dia tetap saja penasaran.


Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

 “Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. “


“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “


“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “


“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”


“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “


“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”


“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
“kesetiaan” yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”


“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. “


“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat.”


Setelah anak perempuan itu terbangun dari tidurnya,iyapun menatap langit yang sedang mendung sambil memandang gurat wajah ayahnya yang semakin hari kian mengerut. “Besok? Ya besok adalah hari pernikahanku aku tak ingin perpisah tentunya dari ayah yang selama ini selalu menjagaku dan menguatkan aku”

Hari ini hari terakhir aku bisa menatap wajahnya yang semakin hari semakin terlihat kerut dikening dan pinggiran matanya,yang membuat ku tak mau beranjak dari pangkuannya. Kini aku yang dewasa, yang dahulu selalu merengek dan menangis, kau lepas aku dengan orang lain..

Air mata ku menetes saat ayah mengiklaskan aku dengan mengesahkan ijab qobul calon suamiku. Ingatanku kembali mereka-reka semua kejadian indah bersama ayah.

Saat aku belum bisa berjalan, ayahlah yang memberiku semangat agar aku bisa berjalan dan lalu berlari.

Saat aku mulai masuk sekolah, disela-sela waktu sibuknya ia selalu membantu aku mengerjakan tugasku. Di sela-sela waktu sibuknya, ayah selalu mengantarkan aku kesekolah dengan motor vespa hijau kesayangannya.
Kau kecup mesra keningku saat aku akan tertidur pulas. Kau kuatkan aku saat aku menangis karena sakit yang kurasa. Bersamamu, ayah. Aku tak pernah merasa menjadi anak perempuan yang lemah.

Saat kehidupan mengajariku untuk menjadi dewasa, kau selalu meyakinkan aku bahwa aku bisa. Meski semua orang menganggapku remeh, kau selalu memberiku semangat melalui hal-hal yang tidak aku sadari.

Saat aku beranjak dewasa, tak ada yang boleh satupun mendekati aku. Setiap ada teman laki-laki ku datang kerumah, ia selalu berdiri paling pertama menanyakan kejelasan ada apa dia datang kerumah.
Jika dia tau, aku pernah disakiti oleh salah satu dari mereka pasti ia sangat marah dan sangat membelaku. Meski pun tau salah, dia selalu membelaku. Walaupun aku tak pernah tau cara-caranya membelaku.

Kini aku tau perasaan ayah saat ia melarangku keluar malam. Dia lakukan itu karena takut terjadi apa-apa terhadapku.

Kini aku tau saat ayah melarangku untuk dekat dengan laki-laki. Dia lakukan itu karena takut hatiku tersakiti.

Kini aku tau mengapa ayah tak biarkan aku pergi sendirian. Dia lakukan itu karena dia tak mau aku merasakan kesendirian.

Dan kini akupun tau, mengapa ayah merelakan aku dengan mengesahkan ijab qobul itu. Dia lalukan itu, karena ia ingin anak perempuan kecilnya tetap bisa bahagia. Meski aku tau, ayah tek pernah rela kehilangan anak perempuan kecilnya yang selalu ia pangku saat sore hari setelah ia melepas lelahnya.


Terimakasih ayah… kini aku mengerti :)

Monday, November 4, 2013

Burung Tanpa Sayap

Gimana bisa liat kalo terus nutup mata?
Gimana bisa denger kalo terus nutup kuping?
Gimana bisa sembuh luka kalo ga diobatin?

Semua kejadian di hidup kita itu penuh liku-liku. Ada seneng, ada dukanya. Dan gaselamanya kita bakalan seneng terus. Gak selamanya kita bakalan sedih terus.
Mau sampe kapan dengan keadaan terpuruk terus?
Kenapa bisa terpuruk terus? Karna seorang yang cukup "pinter" ninggalin kamu? atau kamu yang cukup "bodoh" buat nangisin segalanya?

 "Situ enak punya pacar,lah saya?" lah situ kali yang kenapa? kalo nganggepnya emang enakan punya pacar,mending cari aja. dapet pacar gampang ko. Tapi dapet yang bisa jaga hati susah. hehe

Kata ustad Felix,"udah putusin aja" dia yang sayang sama kamu gakan rela pegang tubuh kamu walaupun cuma tangan. Dia yang sayang sama kamu gakan rela liat kamu netesin air mata."
Ya emang sih dia ga bakal rela liat air mata ini netes,tapi ini netes ya karena cuma sikapnya dia yang buat seperti ini. Sadarlah wahai laki-laki,wanita itu gapernah salah. Kalo dia salah,kamu lah penyebabnya. (Mario Teguh)
Coba renungin baik-baik deh kata2 itu.
Wanita itu egois,ya karena mereka takut kehilangan kamu. Apalagi kamu pernah ninggalin,dan pasti dia gamau itu terulang lagi. Walaupun kejadian itu kembali terulang.

Bukan manusia kalo dia gapernah rindu sama lawan jenisnya, bukan manusia kan namanya kalo gapernah naksir atau suka atau sayang sama seseorang?
Biarpun aku berkerudung,biarpun aku tau pacaran itu tidak di wajibkan,tapi naluriku sebagai manusia pasti ada. Aku rindu sosok mu yang selalu ada disini.
3 tahun kita lewatin semuanya,coba hal baru yang gapernah kita tau bereng-bareng,ketempat yang kita gapernah tau dan akhirnya kita tau tempat itu bareng-bareng,kita sama-sama jalanian masa-masa labil kita bareng-bareng,tapi..... tapi kenapa kita jalanin masa kedewasaan kita sendiri-sendiri?
Apa kedewasaan itu selalu berkaitan sama keegoisan? Apa kedewasaan itu harus dijalanin sendiri tanpa kamu lagi disini?
Kenapa? Kenapa kamu ninggalin aku? Kenapa kamu pergi saat semuanya harus aku tanggung sendiri? Kenapa kamu pergi saat semuanya harus aku cerna sendiri? Apa kamu emang udah cukup lelah dengerin semua cerita ku diakhir hari? Apa cerita ku begitu membuatmu bosan? sehingga kamu melakukan ini "lagi"?
sadarkah kenapa aku ngelakuin semua itu? Aku selalu bercerita apa yang terjadi seriap diakhir hari? Aku selalu bercerita apapun yang terjadi kepadaku. Karena Kamu itu bukan lagi aku anggep pacar ,kamu itu udah aku anggep kaya sahabat dan kakak karena itu aku selalu memilih kamu. Tapi mengapa kamu sebaliknya? Apa aku gabisa ngasih apa yang dikasih wanita lain?

                                                                                     ***
Hari ini,udah beberapa minggu aku jalanin disini kehidupan ku. Sendiri. Tertutup. Dan coba buat ngartiin semua yang terjadi. Aku berusaha tidak sepenuhnya menyalahi sikapmu terhadapku,karena memang sepenuhnya memang bukan salahmu. Karena ini semua tetap salah ku yang terlalu menyayangimu.

Karena kekecewaan mengajari kita untuk berlaku tegas sehingga kita menegaskan untuk tidak dikecewakan lagi. Kalo tanganmu udah berdarah buat menggenggam, kenapa masih gabisa ngelepasin?
Katanya mau belajar buat ga egois?
Belajar buat ngeikhlasin semua emang ga gampang,apalagi buat ngelupain semuanya,itu lagi ga akan mungkin.
Ayo belajar buat ga egois,dia udah seneng dengan kebebasannya,lebih baik pergi menjauh.
Sedih emang ditinggalin orang yang begitu berati buat kita,tapi lebih sedih lagi kalo kita tetep nahan orang yang udah ga sayang sama kita.

Masih banyak cita-cita yang tertulis di dinding kamar yang belum sempat di centang. Terusin S2 keluar negri, atlet internasional, nyium menara eifel, keliling indonesia, naik haji, pinter masak, nambah tinggi, jago renag, ga takut gelap lagi, ikutan bermacet-macet ria ngendarain mobil sendiri dan mimpi-mimpi yang belum tercapai itu...Emang semuanya tampak gakan mungkin terjadi dan pasti yang baca bakalan ketawa atau senyum-senyum nganggep gue udah gila maunya apa sih ini orang, tapi gue punya prinsip, bermimpilah setinggi bintang, kalo emang nanti bakalan jatoh, kamu bakalan jatoh bersama bintang-bintang.
Udah terbukti disalahsatunya masuk universitas negeri. Dan alhamdulillah udah tercapai,biarpun emang harus empot-empotan belajarnya.
 
 Dan dari semua yang terjadi ngebuat gue belajar banyak. Belajar buat ga gampang percaya atau berbuat baik sama orang. Belajar buat ga selalu terbuka sama orang, karena gasemua orang bisa ngertiin kita atau tetap setia disini sama kita. Belajar buat mengontrol diri dari rasa benci. Buang jauh-jauh rasa sakit hati yang emang susah, tapi setelah kita ikhlas pasti semuanya bakalan kerasa lega.
Iklhaskan dia yang sering menyakitimu untuk pergi. Biarkan dia bahagia karena itu bakalan ngebuat diri kita lebih bahagia. Mungkin Allah menemukan seseorang yang salah emang buat kita belajar bukan buat menyalahkan. Terakhir, Belajar buat jadi muslimah yang baik, karena ga semua proses berjalan cepat. Seiring berjalannya waktu,semua bakal indah diwaktunya nanti.
Diakhir cerita, gue akan jadi Burung tanpa sayap yang bisa terbang tinggi meraih semua impian-impian itu.

Jadi orang dewasa itu menyenangkan,tapi susah ngejalaninnya :))




Sunday, October 27, 2013

Kebohongan Laki-laki

"Dia cuma temen ko"

Udah ketawan kalo dia masih sering komunikasi intens sama seorang wanita,tapi masih aja ngeles dan bilangnya cuma temen. Ah, yang bener aja. Masa wanita itu bodoh sih gabisa bedain mana temen sama seseorang yang spesial?
Sering kasih perhatian lebih tuh buat seorang wanita bisa jatuh cinta atau bahkan sayang sama kamu. Heei kamu ini laki-laki gapunya perasaan ya? Kan kamu sudah ada yang punya.
Ini fatal banget loh,jangan-jangan nanti kalo udah nikah deket sama wanita lain alibinya "dia cuma temen ko". "kita gangapa-ngapin ko". Padahal mah jelas banget jalan berduaan berfoto mesra~ hallo kamu ini manusia bukan ya?

"Iya, aku gak bakalan lupa"

Berapa kali Anda mendengar janji ini? dan berapa kali dia mudah melupakannya?
Pas banget yekan. Laki-laki emang gampang janji,dan gampang ngingkarinnya juga. Yah, kalo ga ngingkarin, dia bakalan alibi lagi kalo LUPA. haha
Atau engga dia bakalan bilang "aku ga pernah janji ko,itu kan kamu yang minta supaya aku ngomong itu" siapa yang bodoh coba kalo udah gini? haha

"Aku itu engga bisa kalo engga ada kamu,biarpun cuma sehari aja"

Giliran ditelpon,di sms atau di bbm, dia sering ngilang. Kadang cuma dibaca aja. Alibinya "aku lupa belum dibales,terus ketiduran deh"
"Katanya" sih, dia gamau dikekang. Gamau juga ngerasa dibatesin sama diawasin.
Terus siapa duluan dong yang bilang "aku gabisa kalo gada kamu sehari aja"?
Bahkan sekarang kamu bisa ko ninggalin aku. HEHE

"Aku nggak apa-apa ko"

Ehh... kalimat ini bukan cuma cewe aja yang sering make. Sama juga ko,laki-laki juga sering make. Terutama saat lagi ga nyaman pas lagi sama kita. Mana katanya sebuah hubungan harus ada komunikasi yang baik? mana dong yang "katanya" keterbukaan itu perlu?
Oh,atau kamu emang udah engga nganggep aku ada lagi? Soalnya waktu pertama-tama jadian semuanya kamu cerita. Mau sedih,seneng,kecewa,atau bahkan lagi gasuka sama sifat aku kamu selalu bilang. Sekarang? Pergi sama wanita lain pun kamu gapernah cerita. Katanya takut "nanti" aku kecewa. Lebih kecewa mana kalo aku taunya dari orang lain? Kan gasemua pikiran orang itu sama.

"Aku nggak tidur, aku malah lagi mikirin kamu"

Ada laki-laki yang lagi ngerayu anda pake kalimat ini? Ah,udah basi. Kalimat ini sering banget dipake kakek gue dulu pas lagi PDKT sama nenek gue. Itu pengakuan nyata dari kakek gue sendiri loh yang sekarang umurnya udah hampir 100 tahun, hehe
Jelaass dia udah tidur atau mimpi indahlah. Soalnya,itu cuma kejadian pas dia lagi bermanis didepan kita aja.
Naro kunci motor aja sering lupa kok,gimana mau mikirin kita?
Ketawa kesekian kalinya deh ya . . . . hehehe

"Mantan itu udah masa lalu.,udah ga diinget lagi. Lagian kan sekarang udah sama kamu"

Oya? Yakin? Bagian dari masa lalu sih, eh,tapi kan duluan aku sama kamu jadiannya? jadi itu mantan atau selingkuhan? hehe Tapi kenapa masih sering keliatan ngobrol atau mencemaskan keadaannya?
Kalo toh belom bisa move on, jujur aja sih. Jangan bohong. Apalagi soal mantan. Hal yang satu itu bisa sangat sangat amat sensitif. Bisa bikin hubungan ga karuan. Dan malah bisa berujung sama perpisahan.
Apalagi sang laki-laki gada tegas-tegasnya pisan buat nyelesein masa lalunya itu. Atau bahkan dia emang gamau kehilangan sang mantanya?
Mantannya juga sih ngerespon. Hormati sedikit lah perasaan pacarnya yang sekarang. Gaperlu dipost hal-hal masa lalunya. Atau gaperlu kali yah voice note sambil berderai air mata. HOHO~

"Aku gak keberatan ko nunggu lama"

Gada deh yakin 100% ada laki-laki yang mau nunggu lama kalo gada timbal baliknya. Perlu digaris bawahin tuh . . . Sekalipun dia bilang kaya gitu, hal itu cuma mau buat hati lo bahagia aja. Ujung-ujungnya pas dia ketemu sama temen-temennya dia bakal bilang "aku ini laki-laki yang kurang sabar apa coba? udah kaya gadihargain sebagai laki-laki"
Hallo? kamu ini gapernah berpikir ya? Selama ini Cewek lo ngelakuin apa aja? buat siapa aja coba kalo ga buat lo? Dipikirnya, dialah yang paling tersiksa dalam hubungan ini.
Emang nya kamu gapernah mikir ya perasaan aku ini pas kamu ninggalin aku seenaknya dan dateng semaunya?

"Aku Lebih suka kamu natural tanpa makeup"

Banyak banget laki-laki yang bilang kaya gini nih.  Tapi herannya,mereka jatuh cintanya justru saat ngeliat wanita yang bermakeup?
Sampe bengong kan kalo liat ada paha jalan depan mata? ohiya,bahkan sampe ada yang mutusin pacarnya karena pernah deket sama model. Nyatanya sih ditolak karena dia bukan tipenya sang model. Nyatanya lagi balik ke pacarnya yang dia sendiri putusin-___-

"Jadi diri kamu apa adanya aja"

Terus sedikir-sedikit berantem? Sedikit-sedikit  cekcok dan bilang " kamu ini kekanak-kanakan. Kapan sih ngertinya? Kapan sih dewasanya? Bagaimanapun harusnya lo sadar dong itu bagian dari pacar lo yang harunya diterima apa adanya. Bukan dirubah seenak yang kamu mau. Aku kan bukan boneka yang harusnya kamu mainin,kamu gantiin bajunya sesuka kamu yang kamu mau. hehe





Friday, October 25, 2013

Menulis Ulang Kehidupan

GAK!! GAK!! GAMAU!! JANGAN! JANGAN SENTUH. JANGAN SENTUH LAGI!

Hanya kata-kata itu yang terlontarkan dari mulutku,hanya teriakan itu yang bisa aku keluarkan dari mulutku sekitar 3 tahun yang lalu. Ya,waktu lalu yang seharusnya tak pernah lagi terjadi atau pun terlintas lagi dipikiran. Ingin rasanya menghapus satu kejadian yang tak pernah seharusnya terjadi....

Ga terasa kejadian itu udah terlewat hampir 3 tahun lamanya. Ternyata aku bisa melewati penyakit itu dalam waktu 3 tahun.
Ya,aku bangga pada diriku sendiri karena sekarang aku bisa bangkit dari rasa sakit itu. Aku mampu menyembuhkan luka. Luka yang tidak pernah mengering yang saat itu aku rasakan.
                                                                           ***
GAK! GAMAU! 
GAK!! GAK!! GAMAU!! JANGAN! JANGAN SENTUH. JANGAN SENTUH LAGI!

Takut. Sedih. Tidak tau apa yang harus dilakukan pada saat itu.

Keluargaku sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya pengobatanku. Harus meluangkan waktu untuk membawaku terapi agar aku tak seperti itu lagi.
Hari-hariku yang ceria,yang penuh semangat,kini hilang begitu saja.
Ya,saat itu aku terkena depresi tinggi yang hampir menjurus kegilaan. Menangis,lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak,tiba-tiba menangis lagi,tiba-tiba tertawa sambil menangis. Lalu melempar bareng-barang apa saja yang ada di depanku. Ku peluk erat boneka monyet besar berwarna coklat. Yang saat itu hanya bisa jadi penenangku. Karena kejadian itu terus muncul di reka-reka otakku.
Hari-hariku dihabiskan di satu ruang kamar yang semuanya sudah disediakan dikamar itu.
Aku tak dibiarkan keluar dari ruang kamar itu karena orangtua ku takut aku mengamuk tiba-tiba diluar dan menyakiti orang-orang sekitarku.

Dia yang menyebabkan ku seperti ini. Dia tak tau apa akibat yang selama ini dia lakukan padaku. Dia bahagia dengan penggantiku. Yang tentunya tak sama denganku. Tak punya keegoisan,tak punya rasa cemburu,tak punya rasa ingin benar sendiri. Mungkin......
Dia meninggalkan ku,dengan kebebasannya.....
Aku tak mau membahasnya lebih panjang lagi. Karena itu akan membuat otakku kembali mereka-reka semua kejadian yang dia lakukan kepadaku. Kejadian yang seharusnya tidak terjadi pada laki-laki yang menyayangi ibunya :)

                                                                              ***
Sekarang aku sudah bekerja diperusahaan tambang borneo sebagai editor keuangan. Sama dengan cita-citaku yang aku tulis besar-besar ditembok kamarku sewaktu aku masih SMP. Sengaja aku mengambil pekerjaan itu meski sangatlah jauh dari keluargaku,sangatlah jauh dari teman-temanku dan sahabat-sahabatku yang selalu mensupport. Setidaknya aku tidak menemukan lagi tempat-tempat dimana kenangan itu terjadi. Tapi aku ingin mengulang lagi kehidupanku,aku ingin menulis ulang tentang kehidupan.
Tentang pekerjaan,tentang pribadi yang tak lagi mengenal laki-laki semacam itu yang telah membuatku jatuh ke tempat yang dalam sehingga tak semudah itu aku bangkit. Dan tentunya tentang kehidupan.
Tak biarkan lagi laki-laki itu menghancurkan hidupku atau mendekati kehidupanku lagi. Kini aku belajar dari semuanya,dari semua yang telah terjadi padaku.
Dan untuk dirimu,tak pernah aku bermaksud mengusikmu,hanya tak mudah bagiku lupakanmu dan pergi menjauh.
Beri sedikit waktu,agar aku bisa bernafas tanpamu  
Dan jika hari esok tidak datang..... Apakah dia akan tau seberapa aku mencintainya? sampai aku seperti ini?
katakan,hari esok tidak akan datang :)



Friday, June 7, 2013

Muda Dipuja Tua Sengsara



Seorang yang berbakat, terampil, dan berprestasi adalah milik seorang atlet dan sebuah cita-cita yang didambakan para pendatang baru yang terjun ke dunianya masing-masing.

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya…

Saya sangat cinta Indonesia,seluruh tenaga yang saya keluarkan hanyalah untuk membela tanah air tercinta. Setiap atlet yang memberikan prestasi mendunia untuk bangsanya akan mendapat pujian  setinggi langit, bagai pahlawan sepulangnya dari menjuarai suatu kejuaraan dia akan disambut meria,dibangga-banggakan dan dipuja-puji.

Sayangnya, Kasus mantan atlet yang senja di kala tua selalu menjadi momok bangsa selalu berulang dan belum berakhir, ketika berprestasi para mantan atlet itu dielu-elukan oleh rakyat Indonesia, namun saat ketika sudah bukan atlet hidup mereka memprihatinkan.
Contohnya saja mantan atlet atletik Indonesia Samuel Elia Huwae yang telah menorehkan prestasi gemilang di dunia olahraga. Namun sayangnya, saat ini momen kemenangan dan prestasi yang pernah mereka raih hanya kenangan dalam perjalanan hidup mereka, karena mereka kini telah beralih profesi.

Peraih medali perak dan perunggu di sea games 1991 ini hidupnya hanya mengeloloa sebagia lahan di Gelora Bung Karno, ia menjadi seorang juru parkir di senayan.
Ketika para atlet berpeluh keringat untuk perjuangan bangsa namun perhatian dari pemerintah belum maksimal banyak lagi para mantan atlit di luar sana yang bernasib sama, ketika ingin memperjuangkan mereka mungkin sudah capek terhadap pemerintahan kita ini. segala peraturan dan prosedur yang menyulitkan kita untuk bisa memberikan masukan kepada negara ini, yaitu negara Indonesia.

Namun masa kejayaan mereka yang telah berlalu dan termakan usia yang tidak bisa dipungkiri, maka akan ada masa sulit bahkan tragis bagi kehidupan mereka.  Kadang masa sulit itu membuat mereka hanya tersisa nama saja, dan tak dikenal lagi bahkan menjadi begitu tak berharga bagi bangsanya.

Mengapa banyak terjadi kejadian seperti itu? Karena banyak altet yang hanya mengagungkan jasmaninya dan meninggalkan dunia pendidikan hanya karna telah lalai olah pujaan dan pujian rakyat Indonesia waktu mereka masih berjaya di dunianya. Padahal saat meraka masih berjaya itulah salah satu yang harus dimanfaatkan untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya dengan modal keahlian mereka. Karena pendidikan adalah salah satu penopang hidupnya di masa tua nanti.

Melalui pendidikan yang tinggi,seseorang dapat naik kasta. Aapalagi dibarengi dengan prestasi-prestasi non akademik yang mereka miliki.

Karena Prestasi-prestasi olahraga mereka yang segudang akan nampak hilang tertelan waktu. Saat semuanya tak lagi berarti maka kemasyurannya hanya setitik kecil yang jadi tak berharga..

si Miskin Haruslah Bekerja Keras



Kehilangan adalah hal yang tidak dapat digambarkan. Apa lagi kehilangan seseorang untuk selamanya….

Waktu itu saya baru lulus Sekolah Dasar dan Alhamdulillah pada saat itu saya diterima di salah satu SMP Negri diDaerah Jakarta Timur yang memang terkenal susah untuk masuk kesana. Itu adalah hadiah terbesar yang akan saya berikan untuk ayah. Karena ayah selalu menemani saya dan membimbing saya dengan hatinya yang lembut dan ikhlas.

Ayah memang sedang tidak enak badan  saat itu karena sakit gigi. Penyakit yang sepele namun fatal akibatnya. Sudah 2 kali ayah ke RS yang disana adalah Rumah sakit dibawah naungan pemerintah. Sehingga ayah tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk berobat. Karena pekerjaan ayah setiap hari hanyalah jasa mengantar dengan sepeda motornya yang sudah lumayan tua.

Meski pun ayah mendapat keringanan biaya,namun perlakuannya pun tidak sesuai. Ayah hanyalah lulusan Sekolah dasar yang tidak begitu banyak tau tentang hal-hal dirumah sakit sehingga ayah banyak bertanya kepada pihak rumah sakit. Namun,jawaban-jawaban dari rumah sakit pun tidak mengenakan hati. Saya saja yang baru lulus Sd kemarin,mengerti kata-kata yang diucapkan itu tidak sopan. Tidak seharusnyya dikeluarkan oleh seorang yang berpendidikan tinggi seperti pekerja rumah sakit itu.

Karena prosedur yang sangat meribetkan,akhirnya ayah mengurungkan niatnya untuk berobat lagi. Kata ayah,hanya sakit gigi bukan sakit yang kronis masih bisa ditahan ko sakitnya. Namun beberapa minggu ini ayah terlihat pucat dan sampe suatu hari ayah menghembuskan nafas terakhirnya….
Hanya karena sakit gigi dan hanya karena prosedur Rumah Sakit yang meribetkan kami warga miskin...
Mulai saat itu,mulai hari itu,saya berjanji,saya akan selalu mengejar cita-cita saya setinggi langit. Setinggi bintang-bintang yang bertebaran dilangint nan indah.

Alhamdulillah sekarang saya kuliah di Universitas Negri dan sudah di kontrak kerja di beberapa rumah sakit dibagian keuangan. Selama saya kuliah pun banyak perlakuan yang tidak mengenakan dari rector atau pun bagian administrasi karena saya mendapatkan beasiswa sehingga saya membayar SPP ringan. Bukan saja dilarang sakit, tapi juga dilarang merengek. Itulah si miskin seperti saya!
SEMOGA provokasi kalimat di atas membawa Anda pada baris ini. Bukan mengada-ngada atau sekedar mencari sensasi bila kalimat di atas menggelitik atau bahkan menjengkelkan Anda. Pasalnya, inilah yang terjadi di negeri kita tersayang Indonesia. Ketika orang miskin bukan saja dilarang sekolah, dilarang pandai, dilarang sukses, tapi juga dilarang sakit – mungkin suatu saat dilarang kentut.

Angat amat disesalkan ketika sebuah lembaga publik yang harusnya melayani masyarakat, malah membebani. Motif komersilnya malah memeras dan menimbun jengkel pada masyarakat. Apakah sebenarnya tujuan rumah sakit, sekolah, pengadilan, dan lain-lain? Bukan melayani masyarakat? Bukankah mengobati orang sakit, mendidik orang bodoh, dan menegakkan kebenaran? Kalau tujuan seperti ini yang melandasi, tentunya motif komersil tidaklah diperlukan. Kalau memang mau mengeruk laba sebesar-besarnya, dirikanlah perusahaan, jadilah makelar, bangunlah rumah bordil, rayakanlah perjudian!

Ketika saya merengek pada ibu soal biaya, dia malah melarang, dan berujar, “yah emang segitu!”. Berarti, orang miskin pun dilarang merengek, terlebih protes. Atau nanti ada yang menyahut, “Siapa suruh miskin!”.

Dari kehilangan,dari cacian,kini saya tumbuh menjadi manusia yang tegar dari segala rintangan dan cacian yang mereka lontarkan kepada saya. Karena saya sadar,hubungan baik adalah hanya hubungan saya dengan tuhan,bukan dengan manusia yang hanya ingin meraih meteri semata tanpa tau nyawa taruhannya…

Thursday, May 9, 2013

Sejak Semuanya Terbagi

Aku memang terlanjur mencintaimu
Dan tak kan pernah ku sesali itu
Seluruh jiwa telah kuserahkan
Mengenang janji setiaku
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/kerispatih-bila-rasaku-ini-rasamu-lyrics.html ]
Ku mohon jangan jadikan semua ini
Alasan kau menyakitiku
Meskipun cintamu tak hanya untukku
Tapi cobalah sejenak mengerti

Bila rasaku ini rasamu
Sanggupkah engkau menahan sakitnya terhianati cinta yang kau jaga
Coba bayangkan kembali betapa hancurnya hati ini kasih
Semua telah terjadi 

Rasa ini..... sejak pertama aku melihatmu,sejak pertama kenal kamu,sejak semuanya.... sejak semuanya tak lagi sama seperti dulu..
Hati ini selalu berpikir negatif. Hati ini selalu curiga. Tak ada lagi kepercayaan, seperti dulu...
Hati ini jenuh saat kamu melakukannya (lagi)
Hati ini selalu menangis saat tau semuanya
Hati ini selalu DIAM. karna ingin semuanya BAIK-BAIK SAJA. "ALL IS WELL" tapi... kamu melakukannya lagi :')